Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Kamis, 27 Oktober 2011

- Menteri Kehutanan telah memberi izin prinsip pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi untuk pembangunan tebu (izin prinsip) kepada Grup Rajawali, yakni bagi bagi PT Cendrawasih Jaya Mandiri dan PT Karyabumi Papua.

"Pada 28 Maret 2011, Menteri Kehutanan telah menandatangani surat keputusan yang memberikan persetujuan tersebut," kata Managing Director Agriculture Grup Rajawali, Nicolaas B Tirtadinata, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Jumat (1/4/2011).

Adapun untuk Cendrawasih Jaya Mandiri, Menhut menyetujui pencadangan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi seluas sekira 22.145 hektare (ha). Sementara Karyabumi Papua, diberikan izin konversi seluas 15.650 ha.

Berdasarkan izin prinsip ini, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan akan mengatur pelaksanaan tata batas di lapangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dua perusahaan yang merupakan anak usaha Grup Rajawali ini akan segera mengurus izin lanjutan untuk mendapatkan Keputusan Menteri Kehutanan tentang Pelepasan Kawasan Hutan atau yang sering disebut SK Definitif. Dalam SK Menteri inilah, luasan kawasan yang dapat dilepaskan untuk usaha perkebunan akan ditentukan secara definitif.

"Kami berterima kasih telah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk ikut berpartisipasi membangun ketahanan pangan nasional sesuai yang telah dicanangkan dalam program Merauke Integrated Food & Energy Estate (MIFEE)," sahut Nicolaas.

Dengan sudah keluarnya izin prinsip ini, maka bagi Cendrawasih Jaya Mandiri dan Karyabumi Papua akan segera mempersiapkan izin-izin lain, seperti izin dari Direktur Jenderal Planologi Kehutanan agar dapat melakukan persiapan kegiatan fisik di lapangan.

Misalnya pembangunan infrastruktur dasar dan pembangunan kebun bibit seluas 1.500 ha, Nicolaas menambahkan, dalam kegiatan pembangunan perkebunan di Merauke, anak usaha Grup Rajawali akan melakukan segala aktifitasnya sesuai dengan ketentuan. "Misalnya saja soal membangun kebun untuk masyarakat seluas 20 persen," imbuh Nicolaas.

Sekadar informasi, grup Rajawali merupakan salah satu investor yang serius mengembangkan perkebunan tebu di Merauke dan telah menanam 40 ton bibit tebu dari beberapa varietas.

"Dengan dimulainya pembangunan perkebunan tebu ini, maka perekonomian daerah akan tumbuh dan diharapkan investor lain dapat segera menyusul," kata Direktur Cendrawasih Jaya Mandiri FS, Heru Prijono. (ade)

0 komentar:

Posting Komentar