Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Jumat, 02 Desember 2011

Memetik Untung di Kebun Jati

Tawaran investasi menarik datang dari PT Mahesa Alam Semesta (MAS). Perusahaan yang dimiliki oleh Ahsan Rusidi Faz atau biasa dipanggil Sang Prabu ini menawarkan jenis investasi yang tergolong baru, yaitu kepemilikan properti kebun jati. PT MAS menjanjikan hasil investasi yang menggiurkan kepada investor.

Menurut Sang Prabu, selain mendatangkan keuntungan ekonomis, bisnis kebun jati yang dilakoninya sekarang juga memiliki dampak sosial yaitu menciptakan lapangan kerja kepada penduduk di sekitar kebun jati. “Proyek kepemilikan properti kebun jati ini juga dapat mengurangi tenaga pengangguran,” kata Sang Prabu.

Untuk menarik minat investor, PT MAS menawarkan delapan keunggulan. Pertama, investor dapat memiliki lahan dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Sewa Lahan (SSL). SHM diberikan kepada investor lahan jati, sedangkan SSL diperuntukkan bagi investor yang hanya investasi pohon jatinya saja.

Dari lahan seluas 2.500 hektar (ha) yang dimiliki PT MAS semuanya terletak di daerah Jawa Timur yang meliputi Bondowoso, Jember dan Situbondo. Sebagaimana diketahui, selama ini daerah-daerah tersebut memang sangat cocok untuk menghasilkan kayu jati yang berkualitas. Saat ini, sekitar 500 ha lahan jati PT MAS sudah dimiliki oleh sekitar 500 orang investor.

Keunggulan kedua bagi investor adalah memperoleh jati unggulan nusantara (JUN). Sekadar informasi, JUN merupakan salah satu jenis jati yang memiliki akar tunggang majemuk sehingga menyebabkan pertumbuhan jati menjadi cepat. Dalam waktu 5-6 tahun, diameter pohon mencapai 28 cm-32 cm, sehingga dapat dikategorikan pada Jati kelas A3. Untuk urusan panen, PT MAS berani menggaransinya dalam jangka waktu 5 tahun.

PT MAS juga menjanjikan hasil panen dengan ukuran minimal. Minimum hasil panen yang akan diperoleh investor disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Untuk lahan seluas 10 ribu m2, hasil panen minimum yang digaransi adalah 300 m3. Sedangkan untuk luas lahan 5 ribu m2 dan 1.000 m2, masing-masing hasil panen minimal adalah 150 m3 dan 30 m3. “Jika ternyata minimal hasil panen tidak sesuai dengan yang dijanjikan, kami berani mengganti kekurangannya,” ujar Sang Prabu.

Keuntungan investasi pada PT MAS yang keempat adalah menjamin pengelolaan dan pemeliharaan lahan selama 5 tahun. Dalam hal ini, kata Sang Prabu, pihaknya yang mengurus lahan mulai dari perizinan, keamanan sampai legalitas. Dengan begitu, investor tidak perlu repot-repot mengurusi lahan investasinya.

Selain itu, investor juga akan dicover oleh asuransi. PT MAS mengklaim, merupakan satu-satunya perusahaan perkebunan jati yang dilindungi oleh asuransi Sinar Mas. Perusahaan asuransi ini akan mengcover risiko kerugian yang mungkin timbul dalam kegiatan investasi. Polis asuransi akan dibuat atas nama investor.

Keunggulan lainnya yang dapat dinikmati oleh investor adalah jaminan pemasaran. Sang Prabu berani menampung semua hasil kayu jati investor karena telah memiliki kerja sama dengan Asosiasi Mebel Indonesia (ASMINDO). “Berapa pun hasil panen investor akan ditampung oleh ASMINDO,” tutur lelaki asal Jember, Jawa Timur ini.

Yang tidak kalah menariknya adalah jaminan buy back lahan investor. Artinya, ketika investor ingin menjual kembali lahannya, PT MAS siap membelinya kembali. Syaratnya, lahan minimal berumur tiga tahun dan dibeli dengan harga sesuai harga pasar saat itu.

Untuk memonitor kebun jati miliknya, investor juga disediakan fasilitas layanan online melali website yang disediakan oleh PT MAS. Dengan begitu, investor dapat mengikuti perkembangan pohon jati kapan dan dimanapun ia berada.

Menurut Sang Prabu, hingga akhir tahun ini, pihaknya menargetkan dapat menjual lahan kebun jati seluas 2.000 hektar kepada investor. “Insyaallah target tersebut dapat kami penuhi,” pungkas Sang Prabu. (Kurniawan)

0 komentar:

Posting Komentar