Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Selasa, 06 Desember 2011

Jual lahan / kebun cengkeh — Jombang

Gambar Jual lahan / kebun cengkeh
Jual lahan / kebun cengkeh - Jombang
Sebelumnya

Tanpa Nama

Membalas Iklan
Tertarik ? Balas Iklan ini untuk informasi lebih lanjut.

Lokasi: Jombang, Jawa Timur, Indonesia
Tanggal Terpasang: September 12


Uraian

Jual murah sebidang kebun cengkeh daerah Wonosalam Jombang L=5,9 Ha SHM. Ada pohon cengkeh 1000 btg. Siap panen 400 pohon . Ada rumah untuk tinggal L= 350m. Harga penawaran 2M Nego. Info lebih lengkap hub: Bpk Helmi No Hp =031-34990005 .

Pupuk organik dan anorganik sering dipersepsikan untuk dipilih salah satunya bagi pemupukan kebun. Padahal, kedua jenis pupuk itu saling melengkapi satu sama lain. Khususnya bagi tanaman keras dan tanaman perkebunan, kebutuhan jenis dan jumlah unsur hara sangat bergantung pada jenis anorganik, namun demikian pupuk organik juga diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan kesuburan lahan.
19.1.11
Pupuk Tablet menaikan Produktivitas Kebun Cengkeh pada Potensi Genetisnya
Cengkeh merupakan salah satu komoditas subsektor perkebunan yang sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Hasil utama tanaman cengkeh adalah bunganya yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar. Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia.

Tumbuh optimal pada 300 – 600 dpl dengan suhu 22°-30°C, curah hujan yang dikehendaki 1500 4500 mm/tahun, tanah gembur dengan dalam solum minimum 2 m, tidak berpadas dengan pH optimal 5,5 – 6,5. Tanah jenis latosol, andosoldan podsolik merah baik untuk dijadikan perkebunan cengkih. Tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras, cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun , tingginya dapat mencapai 20 -30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat. Cabang-cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecil yang mudah patah .

Gramalet® Cengkeh sebagai pupuk majemuk lengkap tablet (PMLT) yang diformulasi dan diproduksi spesifik untuk pemupukan tanaman Cengkeh akan sangat membantu petani pelanggan mendapatkan berbagai unsur hara pupuk sekaligus. Dengan kandungan lengkap meliputi hara makro primer ( N, P,K), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro elemen esensial ( Fe, B, Bo, Mn, Zn, Cu, Cl) dan disajikan dalam bentuk tablet 10 gr, Gramalet Cengkeh 13-8-19-3-6-1+1 (Mikro) telah terdaftar pada Departemen Pertanian RI No: T851/BSP/VIII/2002 dan produk ini juga telah mendapatkan sertifikat penggunaan Tanda SNI.

Dengan menggunakan pupuk majemuk lengkap tablet (PMLT) kebutuhan pupuk hanya setara dengan 35 % dari total jumlah/dosis pupuk tunggal yang biasa digunakan petani seperti Urea, SP maupun KCl. Satu ha Cengkeh (TM 3-5), misalnya, hanya membutuhkan pupuk Gramalet® Cengkeh sekitar 80 sampai dengan 300 kg/ha/tahun. Pemupukan dengan tablet Gramalet dilakukan dengan dosis 40 gr/pohon/tahun Oleh karena itu, penggunaan pupuk sangat efektif dan efisien guna meningkatkan pendapatan petani.

Peluang rehabilitasi tanaman cengkeh, adalah dengan semakin bertambahnya pemain di industri rokok kretek yang lambat laun jelas akan menambah total produksi. Dengan bertambahnya permintaan tentu juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan bahan baku rokok kretek terutama tembakau dan cengkeh. Dalam pengalaman petani pengguna Gramalet® Cengkeh 13-8-19-3-6-1+1 (Mikro) di Kabupaten Ciamis, Purwakarta, Sukabumi dan Garut Jawa Barat dinyatakan kenaikan produksi yang sangat nyata dibanding penggunaan pupuk tunggal sebagai pembanding.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cengkeh secara berkelanjutan adalah meningkatkan produksi dengan pemupukan tablet disertai memperbaiki kondisi lahan dengan pemberian pupuk organik. Penggunaan pupuk organik akan berdampak tidak saja dapat meningkatkan kadar hara tanah dan produktivitas tanaman cengkeh, namun juga mengendalikan serangan nematode parasit.

Pupuk organik kompos dapat dibuat sendiri dari bahan berupa limbah pertanian ( sisa sisa tanaman) maupun limbah industri pertanian. Aplikasi organik kompos dengan dimasukkan kedalam parit ( rorak) , berukuran ( 100x40x40 cm) pada jarak 75 cm dari pokok tanaman. Kompos akan membantu kodisi lahan yang disukai tanaman kopi antara lain lapisan atas dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus, dan permeable.

Penggunaan pupuk secara terpadu (kombinasi pupuk organik dan anorganik) akan menaikan produktivitas cengkeh dan kebun cengkeh guna mencapai potensi hasil sesuai genetisnya* )

Contoh DOSIS Pupuk Tablet Gramalet pada kegiatan PEMUPUKAN Beberapa TANAMAN PERKEBUNAN DAN TAHUNAN
Jenis Tanaman Fase/Umur Ukuran dan Dosis/pohon Dosis (Kg/ha./th).

Gr Jumlah tablet





Kelapa Sawit 1-6 bulan 3 6 2,5

(Pre nursery)



7-10 bulan 10 7 9,8

(main nursery)



1 tahun 10 50 - 70 70 - 98

2 - 3 tahun 10 80 - 100 112 - 140

4 - 8 tahun 10 120 - 140 168 - 196

9 - 13 tahun 10 180 - 200 252 - 280

14 - 20 tahun 10 160 - 180 224 - 252

> 20 tahun 10 100 - 120 140 - 168





Cengkeh 1 - 2 tahun 10 3 - 6 3,6 - 7,2

2 - 3 tahun 10 6 - 20 7,2 - 24

4 - 6 tahun 10 20 - 60 24 - 60

> 6 tahun 10 60 - 200 60 - 120





Karet Persemaian 10 3 4,5

di polybag 10 3 15

1 - 2 tahun 10 10 - 12 50 - 60

2 - 3 tahun 10 12 - 14 60 - 70

4 - 6 tahun 10 16 - 20 80 - 100

> 6 tahun 10 12 - 14 60 - 70

Jumat, 02 Desember 2011


menuju Candi Cetho, kami melewati sebuah perkebunan teh yang cukup luas yang dinamakan Perkebunan Teh Kemuning. Jalanan yang melewati perkebunan teh ini cukup menanjak sehingga kendaraan kami berjalan pelan-pelan sambil menikmati keindahan tempat ini.

Kebun Teh Kemuning terletak di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar menyimpan pesona wisata alam berupa perkebunan teh yang panoramannya mirip dengan perkebunan teh yang terdapat di kawasan Puncak Bogor.

Memasuki sebuah jalanan berliku yang dilihat dari atas mirip dengan salah satu jalur di kawasan Puncak Bogor namun masih terlihat lebih alami. Warung makan yang banyak terdapat di tepi jalan kawasan perkebunan teh Puncak tidak ditemukan disini. Tidak satu pun kami memenuhi sebuah warung di tepi jalan perkebunan teh Kemuning ini.

Perkebunan Teh Kemuning ini dikelola oleh PT Rumpun Sari Kemuning dan menempati gedung yang terletak disekitar kawasan kebun teh.

Kami hanya bisa melihat para pekerja memetik teh dari kejauhan, namun bila anda beruntung anda bisa melihat para pekerja tersebut memetik di areaperkebunan yang dekat dengan jalan.

Luas lahan yang aktif berproduksi perkebunan ini adalah 392 hektar, dari total seluas 437 hektar. Sisanya untuk pabrik pengolahan teh, pembibitan, emplasemen dan rumah dinas atau rumah tinggal. Dari lahan aktif, bisa dihasilkan 12 hingga 15 ton daun teh basah.

Beberapa sudut area perkebunan memang memberikan pesona yang menawan dan menarik minat seseorang untuk berburu foto di area perkebunan ini. Namun, kami agak kesulitan menghentikan kendaraan di beberapa titik yang memiliki pemandangan yang indah karena jalanan yang sempit dan banyaknya tikungan sehingga cukup berbahaya bila parkir atau berhenti sembarangan.

Area kebun teh ini mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini sekedar hanya duduk di pinggir kebun teh maupun piknik di sekitar kebun teh. Saat ini belum ada sarana dan prasarana yang mendukung untuk menjadi kawasan wisata. Semoga kedepannya kawasan Kebun Teh Kemuning ini dikembangkan menjadi objek wisata alam pegunungan yang bisa menyamai pesona perkebunan teh yang terdapat di Puncak Bogor.

Incoming search terms for the article:

kebun teh kemuning perkebunan teh kemuning kebun teh perkebunan teh kemuning kebun teh tawangmangu kemuning tawangmangu kebun teh kemuning karanganyar PT Rumpun Sari Kemuning wisata kemuning kebun teh solo pemandangan kebun teh kebun teh karanganyar wisata kebun teh kemuning kebun teh kebon teh teh kemuning kebun teh di jawa tengah perkebunan teh di jawa tengah obyek wisata kemuning KEMUNING KARANGANYAR perkebunan teh jawa tengah kebun teh di solo objek wisata kemuning agrowisata kebun teh kemuning kebun teh kemuning solo wisata kebun teh kemuning kebun teh puncak kemuning solo kebun teh bogor kebun teh jawa tengah pabrik teh kemuning wisata kemuning karanganyar kebun teh di bogor wisata KEBUN TEH BOGOR tempat wisata kemuning foto kebon teh profil Pt rumpun sari kemuning rumpun sari kemuning sejarah kebun teh kemuning gambar pemandangan kebun teh gambar kebun teh wisata kebun teh jawa tengah letak kebun teh kemuning Perkebunan teh kemuning karanganyar pemandangan kebon teh kemuning tawang mangu pabrik teh rumpun sari kemuning kebun teh kemuning tawangmangu perkebunan teh solo pemandangan perkebunan wisata karanganyar kebun teh karang anyar wisata kebun teh solo pesona kebun teh

-----------
Ditulis oleh Annosmile Al, Didedikasikan untuk blog http://teamtouring.net. Silakan follow akun twitter http://www.twitter.com/annosmile
Bookmark and Share
Popularity: 7,378 views
Artikel yang Berkaitan

Menengok Air Terjun Parang Ijo (3)
Nama Air Terjun Parang Ijo masih terdengar asing ditelinga para wisatawan yang akan berlibur ke kawasan wisata yang terletak di lereng Gunung Lawu ini. Maklum, air terjun...
Air Terjun Jumog (7)
Nama Jumug masih terasa asing bila seseorang akan berwisata ke lereng Gunung Lawu. Orang pasti menganggap bahwa wisata air terjun hanyalah Grojogan Sewu yang terletak di ...
Candi Sukuh, Candi Unik Nan Saru (38)
Perjalanan di Jalur Tawangmangu - Sarangan membawa kami untuk mengunjungi objek wisata Candi Sukuh. Perjalanan untuk menuju tempat ini melalui tanjakan yang cukup tajam d...
Candi Kethek (4)
Lokasi Candi Kethek sebenarnya masih satu lokasi dengan Objek Wisata Candi Cetho. Entah karena lokasinya cukup jauh dari kompleks Candi Cetho, candi ini jarang dikunjungi...
Keheningan Puri Saraswati (5)
Disebelah atas kompleks Candi Cetho sebetulnya ada sebuah bangunan yang dinamakan Puri Saraswati atau Puri Taman Saraswati. Namun banyak dari wisatawan yang berkunjung ke...
Napak Tilas Sejarah di candi Cetho (46)
Masih di Jalur Tawangmangu-Sarangan, terdapat candi selain Candi Sukuh yang bernama Candi Cetho. Candi Cetho lokasinya tidak jauh dari Candi Sukuh, namun untuk menuju ke ...

Tagged with: [ Agrowisata Teh Kemuning, Alam Kemuning, Jawa Tengah, Karanganyar, Kawasan Kebun Teh, Kebun Teh Karanganyar, Kebun Teh Kemuning, Kebun Teh Lawu, Kemuning, Ngargoyoso, Pabrik Teh kemuning, Pabrik Teh Rumpun Sari Kemuning, Paket Wisata Kebun Teh, Perkebunan Teh, Perkebunan Teh Kemuning, PT Rumpun Sari Kemuning, Teh Hijau Kemuning, Wisata Karanganyar ]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
36 Comments on “Pesona Kebun Teh Kemuning”

alief
13 June, 2010, 5:04

wah…, pemandangan yang asri banged ya….., erlihat sangat menyejukan mata
pelintas batas
13 June, 2010, 5:20

jadi teringat saat masih di kaltim dulu. kalo berangkat kerja tidak jarang harus melewati padang safana yang luas dan juga hutan anggrek bulan………
mawi wijna
13 June, 2010, 7:37

anda datang kurang pagi :D
dobleh yang malang
13 June, 2010, 9:59

jadi ingin balik ke desa blue………

menarik
salam hangat dari blue
wibisono
13 June, 2010, 16:17

ane sering ke sini gan.. dolan-dolan.. foto2.. wah pokoknya mantap gan.. dulu sini masih sering lihat elang alap-alap tapi akhir2 ini udah gak lihat lagi..
ohdediku
13 June, 2010, 17:11

Kalo karanganyar biasanya cuma di tawangmangu tok… :(
tapi bisa di coba nih….

*dihapus admin*
jurug
13 June, 2010, 22:20

karanganyar apik tenan yo mas….
Estiko
13 June, 2010, 22:45

Apik tenan. kapan2 dolan mrono lah… refreshing neng alam
Antyo Rentjoko
14 June, 2010, 7:03

Menarik rasa ingin tahu dan niat mengunjungi karena… saya baru dengar dan belum pernah ke sana! Inilah perlunya laporan touring! :)
addiehf
14 June, 2010, 8:16

kebunnya bener-bener ijo, asyik di pandang keknya, palagi kalo di rasain :D
Jidat
14 June, 2010, 13:20

mangstap. . . Itu kebun teh kaya nek bogor kemarin yah? hihihi
ciwir
14 June, 2010, 16:54

jamane kuiyah mbiyen sering mrana, saiki wis jarang mrana neh
mbiyen akeh bocah2 ABG padha pacaran ing sak sela-selane tanduran teh…
ana motore nanging menungsane ora kethok… kiro2 wingi nemoni ora???
geblek
14 June, 2010, 18:10

sejuk betul kebunnya yah, seumur umur belum pernah main ke kebun teh :)
harto
14 June, 2010, 19:25

bener juga yaaa… pemanadangannya seperti di puncak bogor. hmmmm sejuknya…..
Ndoro Seten
15 June, 2010, 8:50

mesti hawane uadem tenan…hiiii………
nurrahman
15 June, 2010, 17:06

hmm, nggo liburan enak tenan kui :D
nahdhi
16 June, 2010, 4:42

Itu pada ketinggian berapa mas? koq kabutnya keliatan tepat diatasnya?
Realodix
16 June, 2010, 7:22

Pemandangannya indah sekali…
Jika berdiri di pagi hari disana, pasti akan terasa sangat segar,,
prof. helga
16 June, 2010, 17:42

dari dulu gue pengen banget maen di kebon teh
huhuhu
ndop
17 June, 2010, 20:43

wow…. aku wis suwi gak ning ijo ijoan…

kapan kapan aku kudu blkraan ning sawah ben fresh utekku, hihihihi…
ardian eko
21 June, 2010, 0:37

Jadi inget kalau dulu waktu kesana, mobil temen ga kuat, akhirnya diloper pake motor.. hahaha
munir ardi wp
21 June, 2010, 19:22

jadi nggak bosan memandangnya betul-betul asri dan alami
munir ardi wp
23 June, 2010, 8:30

enak ya kalau kopdar di kebun teh
Ceritaeka
23 June, 2010, 10:41

Langsung kebayang suasana kebun teh di puncak!
Sejuk hawanya bagus buat trackking :)
trisnok
23 June, 2010, 13:17

Wiw…keliatan segar banget disana yah :D jadi pengen kesana… * lari-lari kayak filem india heehehe :D
PROfijo
23 June, 2010, 19:31

Sejuk……mak nylesss….
aura pelupa
24 June, 2010, 17:34

wisata dengan suguhan teh di perkebunan teh, pasti sensasinya beda!
MattWahyu
24 June, 2010, 22:23

pemandangan yang asri sangat menyejukan mata, perlu kita syukuri dan kita lestarikan, kita jaga
danjau
4 July, 2010, 7:29

PT. Rumpun sari kemuning….tempat yg tak terlupakan. Inget wkt magang dsana…kangen staf2 dan karyawannya yg ramah…
afril
2 February, 2011, 7:52

untuk wisatawan manca negara….
sering2 deh datang ke kebun teh..kalau engak pasti nyesel deh……:-d
swstia
5 August, 2011, 9:50

ah…. jd ingat bogor ne…..
shan shan
15 August, 2011, 12:44

karanganyar memang kaya dengan tempat2 indah,..
sbnrnya di daerah cemoro sewu itupun jg ada air terjun, tirto gumarang kalo g slh, tp lokasinya sangat sulit di jangkau, dengan jalan setapak yg licin, di tepinya terdapat tebing dan jurang curam, entah kalo sekarang ini, aq ke sana dah hmpr 9 thn lalu, di sana, kalo cuaca cerah, qt bisa liat pelangi yg di pancarkan dr percikan air terjunnya,..sangatt indahh…

Trackbacks

Mencoba Jalur Tawangmangu-Sarangan | TeamTouring
Sekte Saru « katakataku weblog Bekasi Bersih Partisipasi Blogger
Napak Tilas Sejarah di candi Cetho | TeamTouring
Air Terjun Jumog | TeamTouring

Leave a Comment

Name (required)

Mail (required)

Website

Confirm you are NOT a spammer

« Warung Apung Rawa Jombor
Susur Sungai Bengawan Solo : Fenomena Rusaknya Lingkungan dan Potret Masyarakat Pesisir Sungai »

Artikel Terakhir
Pesona Air Terjun Sumuran (Seloprojo)
Pesona Pantai Sundak
Jembatan Sesek Pundong, Penyelamat Perekonomian Rakyat
Kesunyian Air Terjun Sekar Langit
Sebuah Cerita Tentang Candi Losari dan Bapak Badri
Tugu Monas, Simbol Kebanggaan Bangsa Indonesia
Museum Sejarah Nasional, Gerbang Menuju Tugu Monas
Mengintip Instalasi Pengolahan Air Bersih Kawasan Jababeka
Menelusuri Kampung Wisata Kotagede
Banyak Dibaca
Jika aku menjadi “Peternak Ayam Petelur” - 24,414 views
Berkunjung Ke Taman Safari Indonesia II Prigen - 20,027 views
Menikmati malam di Batu Night Spectacular (BNS) - 19,147 views
Mitos Seputar Gunung Bromo - 18,533 views
Joger, Salah Satu Ikon Souvenir Pulau Bali - 15,825 views
Mengintip Sentra Pembuatan Telur Bebek Asin di Brebes - 15,307 views
Pesatnya Perkembangan Peternakan Itik Petelur di Brebes - 15,051 views
Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo - 14,048 views
Trip to Jawa Timur Park - 13,792 views

BUDIDAYA TANAMAN SINGKONG/ KETELA POHON



I. SYARAT PERTUMBUHAN

1.1. Iklim

a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ketela pohon antara 1.500-2.500 mm/tahun.
b) Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela kohon sekitar 10 derajat C. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
c) Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%.
d) Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.

1.2. Media Tanam

a) Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Untuk pertumbuhan tanaman ketela pohon yang lebih baik, tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya.
b) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
c) Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5-8,0 dengan pH ideal 5,8. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0-5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon.

1.3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ketela pohon antara 10–700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10–1.500 m dpl. Jenis ketela pohon tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.

II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

2.1. Pembibitan

2.1.1. Persyaratan Bibit

Bibit yang baik untuk bertanam ketela pohon harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a) Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
b) Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam.
c) Batangnya telah berkayu dan berdiameter + 2,5 cm lurus.
d) Belum tumbuh tunas-tunas baru.

2.1.2. Penyiapan Bibit

Penyiapan bibit ketela pohon meliputi hal-hal sebagai berikut:
a) Bibit berupa stek batang.
b) Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai tengah.
c) Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25–30 batang stek.
d) Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut ke lokasi penanaman.

2.2. Pengolahan Media Tanam

2.2.1. Persiapan

Kegiatan yang perlu dilakukan sebelum pengolahan lahan adalah:
a) Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester.
b) Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
c) Penetapan jadwal/waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanamanyang sejenis.
d) Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panendan pasar. Apabila pada saat panen nantinya harga akan anjlok karena di daerah sentra penanaman terjadi panen raya maka volume produksi diatur seminimal mungkin.

2.2.2. Pembukaan dan Pembersihan Lahan

Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak, seperti kerbau, sapi, atau pun dengan mesin traktor.

Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau, pada tanah tegalan yang arealnya relatif lebih sempit oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.

2.2.3. Pembentukan Bedengan

Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuranyang dikehendaki. Pembentukan bedengan/larikan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.

2.2.4. Pengapuran

Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam/tanah gembut, perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCO3). Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran adalah 1-2,5 ton/ha. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.

2.3. Teknik Penanaman

2.3.1. Penentuan Pola Tanam

Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif, yaitu 100 X 100 cm, 100 X 60 cm atau 100 X 40 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 X 100 cm atau 300 X 150 cm.

2.3.2. Cara Penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja.

2.4. Pemeliharaan Tanaman

2.4.1. Penyulaman

Untuk bibit yang mati/abnormal segera dilakukan penyulaman, yakni dengan cara mencabut dan diganti dengan bibit yang baru/cadangan. Bibit atau tanaman muda yang mati harus diganti atau disulam. Pada umumnya petani maupun pengusaha mengganti tanaman yang mati dengan sisa bibit yang ada. Bibit sulaman yang baik seharusnya juga merupakan tanaman yang sehat dan tepat waktu untuk ditanam. Penyulaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas. Waktu penyulaman adalah minggu pertamadan minggu kedua setelah penanaman. Saat penyulaman yang melewati minggu ketiga setelah penanaman mengakibatkan perbedaan pertumbuhan yang menyolok antara tanaman pertama dan tanaman sulaman.

2.4.2. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/ tanaman liar/pengganggu (gulma) yang hidup di sekitar tanaman. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 (dua) kali penyiangan.

2.4.3. Pembubunan

Cara pembubunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan setelah itu dibuat seperti guludan. Waktu pembubunan dapat bersamaan dengan waktu penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabilatanah sekitar tanaman Ketela pohon terkikis karena hujan atau terkena air siraman sehingga perlu dilakukan pembubunan/di tutup dengantanah agar akar tidak kelihatan.

2.4.4. Perempelan/Pemangkasa

Pada tanaman Ketela pohon perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas karena minimal setiap pohon harus mempunyai cabang 2 atau 3 cabang. Hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi di musim tanam mendatang.

2.4.5. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan sistem pemupukan berimbang antara N, P, K dengan dosis Urea=133–200 kg; TSP=60–100 kg dan KCl=120–200 kg. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K= 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N:P:K= 2/3 : 0 : 2/3.

2.4.6. Pengairan dan Penyiraman

Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Padatanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekalidan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.

2.4.7. Waktu Penyemprotan Pestisida

Jenis dan dosis pestisida disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Penyemprotan pestisida paling baik dilakukan pada pagi hari setelah embun hilang atau pada sore hari. Dosis pestisida disesuaikan dengan serangan hama dan penyakit, baca dengan baik penggunaan dosis pada label merk obat yang digunakan. Apabila hama dan penyakit menyerang dengan ganas maka dosis pestisida harus lebih akan tetapi penggunaannya harus hati-hati karena serangga yang menguntungkan dapat ikut mati.

2.5. Hama dan Penyakit

2.5.1. Hama

a) Uret (Xylenthropus)
Ciri: berada dalam akar dari tanaman. Gejala: tanaman mati pada yg usia muda, karena akar batang dan umbi dirusak. Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur sevin pada saat pengolahan lahan.

b) Tungau merah (Tetranychus bimaculatus)
Ciri: menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut. Gejala: daun akan menjadi kering. Pengendalian: menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang banyak.

2.5.2. Penyakit

a) Bercak daun bakteri
Penyebab: Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG . Gejala: bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati. Pengendalian: menanam varietas yang tahan, memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit, melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun

b) Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith)
Ciri: hidup di daun, akar dan batang. Gejala: daun yang mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. Akar, batang dan umbi langsung membusuk. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman, menanam varietas yang tahan seperti Adira 1, Adira 2 dan Muara, melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat.

c) Bercak daun coklat (Cercospora heningsii)
Penyebab: cendawan yang hidup di dalam daun. Gejala: daun bercak-bercak coklat, mengering, lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati. Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam, penanaman varietas yang tahan, pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.

d) Bercak daun konsentris (Phoma phyllostica)
Penyebab: cendawan yang hidup pada daun. Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda. Pengendalian: memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit .

2.5.3. Gulma

Sistem penyiangan/pembersihan secara menyeluruh dan gulmanya dibakar/dikubur dalam seperti yang dilakukan umumnya para petani Ketela pohon dapat menekan pertumbuhan gulma. Namun demikian, gulma tetap tumbuh di parit/got dan lubang penanaman.

Khusus gulma dari golongan teki (Cyperus sp.) dapat di berantas dengan cara manual dengan penyiangan yang dilakukan 2-3 kali permusim tanam. Penyiangan dilakukan sampai akar tanaman tercabut. Secara kimiawi dengan penyemprotan herbisida seperti dari golongan 2,4-D amin dan sulfonil urea. Penyemprotan harus dilakukan dengan hati-hati.

Sedangkan jenis gulma lainnya adalah rerumputan yang banyak ditemukan di lubang penanaman maupun dalam got/parit. Jenis gulma rerumputan yang sering dijumpai yaitu jenis rumput belulang (Eleusine indica), tuton (Echinochloa colona), rumput grintingan (Cynodon dactilon), rumput pahit (Paspalum distichum), dan rumput sunduk gangsir (digitaria ciliaris). Pembasmian gulma dari golongan rerumputan dilakukan dengan cara manual yaitu penyiangan dan penyemprotan herbisida berspektrum sempit misalnya Rumpas 120 EW dengan konsentrasi 1,0-1,5 ml/liter.

2.6. Panen

2.6.1. Ciri dan Umur Panen

Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon telah mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk varietas Dalam.

2.6.2. Cara Panen

Ketela pohon dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah.

2.7. Pascapanen

2.7.1. Pengumpulan

Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.

2.7.2. Penyortiran dan Penggolongan

Pemilihan atau penyortiran umbi ketela pohon sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.

2.7.3. Penyimpanan

Cara penyimpanan hasil panen umbi ketela pohon dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Buat lubang di dalam tanah untuk tempat penyimpanan umbi segar ketela pohon tersebut. Ukuran lubang disesuaikan dengan jumlah umbi yang akan disimpan.
b) Alasi dasar lubang dengan jerami atau daun-daun, misalnya dengan daun nangka atau daun ketela pohon itu sendiri.
c) Masukkan umbi ketela pohon secara tersusun dan teratur secara berlapis kemudian masing-masing lapisan tutup dengan daun-daunan segar tersebut di atas atau jerami.
d) Terakhir timbun lubang berisi umbi ketela pohon tersebut sampai lubang permukaan tertutup berbentuk cembung, dan sistem penyimpanan seperti ini cukup awet dan membuat umbi tetap segar seperti aslinya.

2.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Pengemasan umbi ketela pohon bertujuan untuk melindungi umbi dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Untuk pasaran antar kota/ dalam negeri dikemas dan dimasukkan dalam karung-karung goni atau keranjang terbuat dari bambu agar tetap segar. Khusus untuk pemasaran antar pulau maupun diekspor, biasanya umbi ketela pohon ini dikemas dalam bentuk gaplek atau dijadikan tepung tapioka. Kemasan selanjutnya dapat disimpan dalam karton ataupun plastik-plastik dalam pelbagai ukuran, sesuai permintaan produsen.

Setelah dikemas umbi ketela pohon dalam bentuk segar maupun dalam bentuk gaplek ataupun tapioka diangkut dengan alat trasportasi baik tradisional maupun modern ke pihak konsumen, baik dalam maupun luar negeri.

Memetik Untung di Kebun Jati

Tawaran investasi menarik datang dari PT Mahesa Alam Semesta (MAS). Perusahaan yang dimiliki oleh Ahsan Rusidi Faz atau biasa dipanggil Sang Prabu ini menawarkan jenis investasi yang tergolong baru, yaitu kepemilikan properti kebun jati. PT MAS menjanjikan hasil investasi yang menggiurkan kepada investor.

Menurut Sang Prabu, selain mendatangkan keuntungan ekonomis, bisnis kebun jati yang dilakoninya sekarang juga memiliki dampak sosial yaitu menciptakan lapangan kerja kepada penduduk di sekitar kebun jati. “Proyek kepemilikan properti kebun jati ini juga dapat mengurangi tenaga pengangguran,” kata Sang Prabu.

Untuk menarik minat investor, PT MAS menawarkan delapan keunggulan. Pertama, investor dapat memiliki lahan dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Sewa Lahan (SSL). SHM diberikan kepada investor lahan jati, sedangkan SSL diperuntukkan bagi investor yang hanya investasi pohon jatinya saja.

Dari lahan seluas 2.500 hektar (ha) yang dimiliki PT MAS semuanya terletak di daerah Jawa Timur yang meliputi Bondowoso, Jember dan Situbondo. Sebagaimana diketahui, selama ini daerah-daerah tersebut memang sangat cocok untuk menghasilkan kayu jati yang berkualitas. Saat ini, sekitar 500 ha lahan jati PT MAS sudah dimiliki oleh sekitar 500 orang investor.

Keunggulan kedua bagi investor adalah memperoleh jati unggulan nusantara (JUN). Sekadar informasi, JUN merupakan salah satu jenis jati yang memiliki akar tunggang majemuk sehingga menyebabkan pertumbuhan jati menjadi cepat. Dalam waktu 5-6 tahun, diameter pohon mencapai 28 cm-32 cm, sehingga dapat dikategorikan pada Jati kelas A3. Untuk urusan panen, PT MAS berani menggaransinya dalam jangka waktu 5 tahun.

PT MAS juga menjanjikan hasil panen dengan ukuran minimal. Minimum hasil panen yang akan diperoleh investor disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Untuk lahan seluas 10 ribu m2, hasil panen minimum yang digaransi adalah 300 m3. Sedangkan untuk luas lahan 5 ribu m2 dan 1.000 m2, masing-masing hasil panen minimal adalah 150 m3 dan 30 m3. “Jika ternyata minimal hasil panen tidak sesuai dengan yang dijanjikan, kami berani mengganti kekurangannya,” ujar Sang Prabu.

Keuntungan investasi pada PT MAS yang keempat adalah menjamin pengelolaan dan pemeliharaan lahan selama 5 tahun. Dalam hal ini, kata Sang Prabu, pihaknya yang mengurus lahan mulai dari perizinan, keamanan sampai legalitas. Dengan begitu, investor tidak perlu repot-repot mengurusi lahan investasinya.

Selain itu, investor juga akan dicover oleh asuransi. PT MAS mengklaim, merupakan satu-satunya perusahaan perkebunan jati yang dilindungi oleh asuransi Sinar Mas. Perusahaan asuransi ini akan mengcover risiko kerugian yang mungkin timbul dalam kegiatan investasi. Polis asuransi akan dibuat atas nama investor.

Keunggulan lainnya yang dapat dinikmati oleh investor adalah jaminan pemasaran. Sang Prabu berani menampung semua hasil kayu jati investor karena telah memiliki kerja sama dengan Asosiasi Mebel Indonesia (ASMINDO). “Berapa pun hasil panen investor akan ditampung oleh ASMINDO,” tutur lelaki asal Jember, Jawa Timur ini.

Yang tidak kalah menariknya adalah jaminan buy back lahan investor. Artinya, ketika investor ingin menjual kembali lahannya, PT MAS siap membelinya kembali. Syaratnya, lahan minimal berumur tiga tahun dan dibeli dengan harga sesuai harga pasar saat itu.

Untuk memonitor kebun jati miliknya, investor juga disediakan fasilitas layanan online melali website yang disediakan oleh PT MAS. Dengan begitu, investor dapat mengikuti perkembangan pohon jati kapan dan dimanapun ia berada.

Menurut Sang Prabu, hingga akhir tahun ini, pihaknya menargetkan dapat menjual lahan kebun jati seluas 2.000 hektar kepada investor. “Insyaallah target tersebut dapat kami penuhi,” pungkas Sang Prabu. (Kurniawan)

tes dowload

anda mo foto sweet atw foto imut silahkan dowload disini

Sejarah perkebunan di Indonesia

Common terms and phrases
abad awal bagian Barat Batavia bunan Burger Cirebon dampak depresi dilakukan eksploitasi ekspor Eropa faktor golongan gulden harga Hindia hubungan hukum impor indigo industri jajahan Jawa Jawa Barat Jawa Tengah jenis jumlah juta gulden kapitalisme karet kebijaksanaan kecenderungan kekuasaan kemerosotan kerja paksa Kina kolonial komoditi komoditi ekspor komoditi perdagangan komoditi perkebunan Kopra krisis lada lahan lainnya liberal maupun memiliki mengenai modal Nilai Ekspor pabrik pajak pasaran pedesaan Pekalongan pekerja pelaksanaan sistem tanam pelbagai pembayaran pemerintahan penanaman kopi penduduk pengusaha peningkatan Perang perekonomian perke perkebunan swasta perkembangan perkebunan pertanian peru perubahan perusahaan perkebunan petani pihak pribumi Priyangan produksi ekspor produksi gula produksi komoditi produksi perkebunan Prosenan proses Raffles rempah-rempah sejak sektor selama periode sistem kebun sistem paksa sistem penyerahan wajib sistem perkebunan sistem sewa sistem tanam paksa struktur Sumatera Sumatera Utara Sumber TABEL tanaman ekspor tanaman perdagangan tebu tembakau tenaga kerja terjadi terutama Total upah Volume