Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Rabu, 07 Desember 2011

perkebunan nanas terbakar

Areal Perkebunan Nanas di Donggala Dilalap Api
Headline News / Nusantara / Minggu, 16 Agustus 2009 02:03 WIB

Metrotvnews.com, Donggala: Sepuluh hektare lahan perkebunan nanas di Perbukitan Doda Kinovaro, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8) terbakar. Menurut saksi mata, api membakar perkebunan sekitar pukul 18.30 Waktu Indonesia Tengah. Tidak diketahui penyebab kebakaran dan darimana asalnya api. Lokasi perkebunan sangat jauh dari pemukiman warga.

Petugas pemadam kebakaran kesulitan menjangkau lokasi, karena harus melalui jalan setapak dan medan yang curam. Pemilik perkebunan dan warga sekitar tidak dapat berbuat banyak, dan hanya berusaha memadamkan api sebisa mungkin. Luasnya areal perkebunan yang terbakar membuat api membumbung tinggi di kegelapan malam. Bahkan api dapat dilihat warga Kota Palu yang jaraknya cukup jauh. Belum dapat diperkirakan kerugian atas kebakaran

sejarah perkebunan teh

Jenderal van de Bosch
[sunting] 1830 –1870

1830 Diulainya Sistem tanam paksa.
1833 Terdapat 1.700.000 batang pohon teh dengan hasil 16.833 pon.
1835 Hasil teh dari Nusantara mulai diangkut ke negeri Belanda sebanyak 200 peti, pertama kalinya diikutkan pelelangan teh Amsterdam.
1841 Kebun teh di seluruh Jawa baru ada kira-kira 3.000 bau (2.129 hektar).
1843 Robert Fortune, menemukan hitam dan hijau teh karena prosesnya bukan tanamannya .
1846 Kebun teh di seluruh Jawa kira-kira 4.500 bau (3.193 hektar).
1858 450 orang dikerahkan untuk penanaman kopi, 300.000 orang untuk menanam tebu, 110.000 orang menanam nila.
1832-1867 Saldo Untung (Batig slot) pemerintah Belanda mencapai 967 juta Gulden.

[sunting] 1870 -1910

1870 Awal peraturan hak Erfpacht (75 tahun), ada 15 perusahaan.
Periode Politik Kolonial Modern.
Undang-undang Gula (suikerwet), (Para petani selain harus mengerjakan penanaman juga, mengerjakan tanpa upah untuk pengangkutan, pengolahan gula di pabrik, pembuatan jalan, pembuatan saluran air dan jembatan).
1872 Import benih teh Assam, sebelumnya dari Tiongkok dan Jepang.
1875 Kebun teh rakyat terdapat di Sinagar dan Parakan; A.B.B. Crone; Biji teh cuma-cuma kepada rakyat di Cicurug dan Cibadak; Bapak perkebunan teh rakyat.
1878 Datangnya varitas thea assamica di Nusantara.
1880 Kebun Rakyat (Cibadak dan Cicurug).
1893 Luas Kebun Rakyat 300 ha.
1870-1900 Zaman Liberalisme (masuknya Modal Barat).
1900-1914 Pemerintah Hindia Belanda mencari bentuk pemerintahan yang mensejajarkan Barat dan Timur dan mendudukkan keduanya dalam satu kesatuan politik. Perubahan ini dilatarbelakangi oleh keinginan merdeka dari rakyat.
1901 Terjadi bencana hama pada tumbuhan tebu dan kopi.
1902 Thee Proefstation (balai penelitian) yang pertama di Bogor, kemudian bernaung di bawah Centrale Proefstationsvereniging (CPV).
1909 Luas Kebun Rakyat 8000 ha.

[sunting] 1910-1942

1910-1914 dan 1920-1928 Periode puncak laju pertumbuhan teh per tahun per hektar menjadi rata-rata 6.3 % dengan laju pertumbuhan penanaman yang jauh lebih tinggi.
1910-1940 Perluasan perkebunan di Selatan Priangan.
1918-1921 Depresi ekonomi, hanya pabrik-pabrik dekat Sukabumi yang disewa pemerintah bertahan melakukan pengolahan teh rakyat.
1918 Krisis perusahaan gula tahun di Hindia Belanda.
1920 Ekspor menurun sehingga perusahaan-perusahaan di Eropa mengalami kerugian dan bahkan ada yang bangkrut.
1921 Dibawah pemerintahan Gubernur Jenderal Fock mengalami krisis ekonomi; Pergantian pemerintahan ke tangan Gubernur Jenderal Fock
1922 Terjadi pemogokan pegawai pegadaian.
1923 Terjadi pemogokan pegawai kereta api.
1925 Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh pemerintah yang mencakup:
desentralisasi,
perubahan pemerintahan,
perbaikan kesehatan rakyat dan emigrasi,
perbaikan pertanian dan peternakan, serta
pembangunan irigasi dan lalu lintas

Menjelang PD II - Perdagangan teh memberikan keuntungan besar bagi kas negeri pemerintah kolonial (berkantor di Amsterdam dan Roterdam).-Terdapat 324 perusahaan (259 perusahaan di Jawa Barat atau 78%)
Perkembangan pasar karet alam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir relatif
kondusif bagi produsen, yang ditunjukan oleh tingkat harga yang relatif tinggi. Hal
tersebut dikarenakan permintaan yang terus meningkat, terutama dari China, India,
Brazil dan negara-negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Asia-
Pasifik. Menurut IRSG, dalam studi Rubber Eco-Project (2005), diperkirakan akan
terjadi kekurangan pasokan karet alam dalam dua dekade ke depan. Karena itu pada
kurun waktu 2006-2025, diperkirakan harga karet alam akan stabil sekitar US $ 2.00/kg.
Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi global tahun 2006 dan 2007
diperkirakan masih cukup baik, hal tersebut dapat terjadi jika kenaikan harga minyak
bumi, inflasi dan kenaikan suku bunga tidak meperlambat pertumbuhan ekonomi
Amerika Serikat yang masih tetap merupakan lokomotif ekonomi dunia. Perkembangan
ekonomi global tentunya akan mempengaruhi permintaan karet alam dan selanjutnya
akan mempengaruhi harga. Konsumsi karet alam pada tahun 2005 sebesar 8.74 juta ton
(pertumbuhan 5.1%), sementara itu produksi hanya sebesar 8.68 juta ton (pertumbuhan
0.4%). Harga karet alam masih tetap mempunyai tendensi menaik pada periode
semester ke dua tahun 2006, hal tersebut dikarenakan permintaan masih lebih besar
dari penawaran dan pertumbuhan ekonomi global, terutama China, Amerika Serikat dan
Jepang masih ”firm and modest”. Jika ”investment fund” dan spekulator melakukan aksi
”profit taking” pada pasar berjangka karet alam (TOCOM), maka akan terjadi lonjakan
naik-turun harga karet alam yang relatif cukup besar.
Harga karet alam yang relatif tinggi saat ini harus dijadikan momentum bagi
Indonesia, untuk mendorong percepatan peremajaan karet yang kurang produktif
dengan menggunakan klon-klon unggul dan perbaikan teknologi budidaya lainnya.
Pengambangan agribisnis karet di Indonesia perlu dilakukan dengan cermat dengan
melalui perencanaan dan persiapan yang matang, antara lain dengan penyedian kredit
peremajaan yang layak untuk karet rakyat, penyedian bahan tanam karet klon unggul
dengan persiapan 1-1,5 tahun sebelumnya, pola kemitraan peremajaan, aspek produksi,
pengolahan dan pemasaran dengan perkebunan besar negara/swasta. Pada tingkat
kebijakan nasional perlu adanya lembaga (dewan komoditas/karet) yang membantu
pengembangan industri karet di Indonesia dalam semua aspek, mulai dari produksi,
pengolahan bahan baku, industri produk karet, serta pemasaran karet dan produk karet.
Pada tingkat implementasi perlu organisasi pelaksana yang kompeten dan aturan main
yang jelas, dalam hal ini tentunya juga terkait dengan adanya otonomi daerah dan
perlunya partsipasi/komitmen yang kuat dari petani/pekebun karet.
Cara Budidaya Sengon
Berikut Tahapan Budidaya Sengon :
1. Persiapan Pembibitan
2. Persiapan Lahan
3. Proses Penanaman
4. Pemeliharaan Penanaman
5. Panen & Pascapanen

Selasa, 06 Desember 2011

Investasikan Uang Anda di Kebun Jati

Tectona Grandis atau yang lebih dikenal dengan Jati merupakan tanaman keras yang banyak dibudidayakan oleh Perhutani khususnya dipulau jawa. Karena keunggulannya dari segi kwalitas kayu dan nilai jual yang tinggi,maka jati digolongkan sebagai kayu mewah serta memiliki kelas awet yang tinggi, anti rayap dan jamur serta mampu bertahan sampai 7 generasi atau sekitar 500 tahun. Oleh karena itu masyarakat umum mulai banyak yang melirik untuk membudidayakan dan berinvestasi di kebun jati. Perhutani mengembangkan bibit jati unggul yang berasal dari kebun benih KBK ( Kebun Bibit Klonal ) di Cepu. Bibit Jati KBK ini merupakan bibit dari jati yang diambil dari hutan perhutani blora hasil seleksi dengan umur indukan berumur 65 tahun.


Investasi di kebun Jati oleh masyarakat selama ini dipahami merupakan hal yang memerlukan waktu pemeliharaan belasan hingga puluhan tahun dengan jarak tanam lebar. Sehingga bila ditanam sekarang yang menikmati adalah anak cucu kita. Pandangan ini tidak sepenuhnya benar !!
Karena saya pun telah membuktikan nya yang sebelumnya memiliki pandangan seperti itu.

INVESTASI KEBUN JATI ....INVESTASI KEBUN JATI ....INVESTASI KEBUN JATI
HUB : HERIAWAN di 085310386443

Hasil penelitian sebuah lembaga yang kami ikuti, Jati Blora jenis KBK yang kami tanam dapat di panen pada umur 6-7 tahun dengan diameter 30-35 cm. Jati tersebut kami tanam dengan jarak tanam 1x2m (jarak 1m ke arah timur barat sedangkan 2m kearah utara selatan sehingga setiap hektar lahan kebun dapat ditanam minimal 4000 pohon.

Syarat umum bagi pohon jati untuk tumbuh dan teknik budidaya :

Sangat cocok untuk iklim tropis seperti indonesia, antara lain seluruh pulau jawa, sebagian pulau sumatra, sulawesi selatan, sulawesi tenggara, NTB dan maluku dengan syarat umum sbb:

1. Curah hujan 1500-2500mm/tahun.
2. Bulan kering 2-4 bulan.
3. Tinggi lokasi penanaman 10-1000m dari permukaan laut.
4. Intensitas cahaya 75-100%.
5. Ph tanah 4-8.
6. Jenis tanah lempung berpasir, hindari tanah becek/rawa dan cadas.

Teknik budidaya pohon jati dimulai dari persiapan lahan, Pembukaan lahan kebun dengan membersihkan dari semak-semak, alang-alang dll, kemudian membuat lubang tanam 40x40x40 cm dan dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu. Lakukan pemupukan pada lubang tanam dengan memberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5kg per lubang. Pemberian kapur atau dolomit apabila tanah masam sebanyak 50-100g/lubang tanam.

Penanaman: Masukan tanah campuran/kompos ke lubang setinggi 1/3 kedalam lubang sambil disiram, masukan bibit jati KBK yang telah disobek polibag nya ke dalam lubang lalu timbun lubang hingga penuh, siram tanaman sambil memadatkan lubang tanam.

Pemeliharaan: Pembersihan rumput/gulma disekitar tanaman penting untuk dilakukan, jaga jangan sampai ada genangan air disekitar pohon, purning atau pemangkasan cabang-cabang harus rutin dilakukan sampai minimal ketinggian 6m,potong cabang 1-2cm dari pangkal. semprot insektisida bila perlu untuk membunuh hama dan penyakit.

Pemupukan: Taburkan pupuk urea atau npk sekitar tanamam sesuai petunjuk. perhatikan cara pemupukan dan periode pemupukan karena tahun pertama pohon jati tumbuh adalah masa kritis yang menentukan untuk tumbuh selanjutnya !

Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati

Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati di Indonesia menurut dinas pertanian adalah ditempat yang beriklim tropis, kalau di Indonesia seperti seluruh pulau jawa, sebagian pulau sumatra, sulawesi selatan, sulawesi tenggara, NTB dan maluku dengan Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati sebagai berikut:

1. Curah hujan 1500-2500mm/tahun.
2. Bulan kering 2-4 bulan.
3. Tinggi lokasi penanaman 10-1000 m dari permukaan laut.
4. Intensitas cahaya 75-100%.
5. Ph tanah 4-8.
6. Jenis tanah lempung berpasir, hindari tanah becek/rawa dan cadas.

Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati untuk wilayah Lampung masih dalam area yang disebutkan diatas. Selain yang disebutkan diatas Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati yang saya lihat bagus adalah ditanah pegunungan batu kapur dimana banyak tumbuh tanaman Pohon Jati. Indikasi yang jelas dapat kita temukan apakah cocok suatu tanaman pepohonan didaerah itu itu adalah dengan melihat sekelliling daerah tersebut biasanya banyak terdapat pepohonan yang kita maksud tumbuh secara liar.

Ditanah pegunungan yang terkenal subur Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati jelas terpenuhi, pohon jati bisa tumbuh lebih cepat itu sudah terbukti dengan melihat umur pohon jati ditanah yang datar atau ladang biasa diameter batangnya berbeda dengan yang tumbuh dilereng gunung. Pohon jati yang saya tanam berasal dari bibit alami, dan pola tanam yang sangat tradisional hanya jarak saja yang teratur membuat terlihat seperti profesional. Untuk mendapatkan batang yang bagus dan lurus kita harus mengatur jarak barisan antara 6 meter – 8 meter sedangkan larikan antara 4 m – 6 m sebagai Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati yang baik.
syarat_tumbuh_kayu_jati

Jarak Tanam yang Teratur mebuat Batang Kayu Jati Lurus

Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati ditempat saya cukup bagus, karena sekarang ini banyak orang yang mengembangkan Budidaya Pohon Jati dengan menggunakan bibit-bibit unggul dan pengelolaan yang lebih profesional.

Teknik budidaya pohon jati dimulai dari persiapan lahan, Pembukaan lahan kebun dengan membersihkan dari semak-semak, alang-alang dll, kemudian membuat lubang tanam 40x40x40 cm dan dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu. Lakukan pemupukan pada lubang tanam dengan memberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5kg per lubang. Pemberian kapur atau dolomit apabila tanah masam sebanyak 50-100g/lubang tanam sebagai Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati.

Penanaman: Masukan tanah campuran/kompos ke lubang setinggi 1/3 kedalam lubang sambil disiram, masukan bibit jati KBK yang telah disobek polibag nya ke dalam lubang lalu timbun lubang hingga penuh, siram tanaman sambil memadatkan lubang tanam.

Pemeliharaan: Pembersihan rumput/gulma disekitar tanaman penting untuk dilakukan, jaga jangan sampai ada genangan air disekitar pohon, purning atau pemangkasan cabang-cabang harus rutin dilakukan sampai minimal ketinggian 6m,potong cabang 1-2cm dari pangkal. semprot insektisida bila perlu untuk membunuh hama dan penyakit.

Pemupukan: Taburkan pupuk urea atau npk sekitar tanamam sesuai petunjuk. perhatikan cara pemupukan dan periode pemupukan karena tahun pertama pohon jati tumbuh adalah masa kritis yang menentukan untuk tumbuh selanjutnya.

Nah, itulah Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan untuk membudidayakan Pohon Jati.

Read more: http://satriamadangkara.com/syarat-tumbuh-budidaya-pohon-jati/#ixzz1fphe78HE

cara Budidayakan pohon jati

Siapa yang tidak kenal dengan Kota Blora? Kota kecil namun tenang, terletak di Pripinsi Jawa Tengah bagian timur. Berbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Banyak juga orang yang menyebutnya dengan “kota sate”.

Tetapi pada saat ini kita tidak akan membicarakan masalah makanan, terutama sate. Ada satu hal lagi yang menarik dari Kota Blora, dan ini lebih terkenal, tidak hanya di Jawa Tengah, namun di seluruh Indonesia bahkan sampai ke manca negara. Apalagi kalau bukan pohon jati. Jadi, kalau bapak ibu datang ke kota Blora, tengok aja ke kanan kiri jalan pasti akan disuguhi pemandangan yang indah, yakni hutan jati.

Mungkin Anda penasaran, bagaimana cara membudidayakan pohon jati supaya dapat tumbuh dengan subur. Apabila Anda tertarik, ikuti petunjuk berikut ini !

budi-daya-jati

Sebelum mulai menanam pohon jati, ada beberapa tips/cara yang perlu kita perhatikan.

Pilihlah benih jati yang baik dengan ketentuan berdiameter 1-1,5 cm.
Jemur benih jati tersebut sampai betul-betul kering.
Setelah bibit jati itu kering, rendamlah bibit tersebut dengan campuran air accu dan air tawar dengan perbandingan 1 : 10 ( air accu 1 liter perlu air tawar 10 liter ) selama 3 hari.
Selanjutnya benih jati tersebut diangkat dan ditiriskan atau ditus selama 0,5 sampai 1 hari.
Siapkan media / bedeng tabur ukuran sembarang, dan di sekelilingnya dibuatkan pembatas.
Setelah media / bedeng siap, taburkan benih jati tersebut di atas bedengan.
Setelah benih jati ditabur semua, kemudian benih tersebut kita timbun dengan pasir hitam/pasir bengawan setebal 1,5-2 cm.
kemudian kita tutup bedeng tersebut dengan plastic, kalau tidak ada plastic bias kita tutup dengan dedaunan.
Selama di dalam bedeng, benih tidak boleh kering harus diatur kelembabannya.
Kemudian kita tunggu selama 7 – 14 hari.
Kalau sudah berkecambah harus kita pindahkan ke polibek yang sebelumnya sudah kita siapkan.
Polibek yang kita siapkan berisi tanah, pupuk organic/kandang, dan rambut padi, dengan perbandingan 1 : 3 : 2.