Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Kamis, 27 Oktober 2011

perkebunan apel

Perkebunan Apel

pasuruan Wisata agro perkebunan Apel ini terletak di desa Andonosari, Kecamatan Tutur, sekitar 40 Km dari pusat kota Pasuruan.

Saat memasuki area perekebunan ini, hanya dengan sekali bayar untuk tiket masuk, pengunjung yang datang ke perkebunan ini bisa menikmati luasnya perkebunan apel dan bisa memetik dan memakan langsung buah apel di setiap pohon yang ada.

Perkebunan apel desa Tutur memiliki luas sekitar 1100 hektar dan terdiri dari berbagai jeni apel seperti Manalagi, Rhomebeauty dan Wanle. Obyek wisata ini sangant cocok untuk dikunjungi sebagai wahana rekreasi keluarga dan bisa dijangkau dengan mudah karena letaknya yang strategis.
Galeri Foto

perkebunan Durian

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses.
PT. Natural Nusantara membantu alternative solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.
SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 – 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 – 7.
PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru
PERSIAPAN LAHAN
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air.
JARAK TANAM
Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m
TANAMAN PELINDUNG
Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.
LUBANG TANAM
Buat lubang tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.
PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.
PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.
PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.
PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal sebagai berikut :
Umur (hari)
Pukan (kg/ph)
NPK (kg/ph)
Frekwensi per-tahun
1 – 3
30 – 50
0,5 – 1,0
3 – 4
4 – 6
75 – 150
1,5 – 2,5
2 – 3
15 – 10
200 – 300
3,0 – 5,0
1 – 2
Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi.
Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.
Siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.
PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali. Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 – 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).
PENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.
PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon).
PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
1. Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)
Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.
2. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )
Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.
3. Kutu Putih ( Pseudococus sp.)
Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
4. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)
Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
5. Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora)
Gejala serangan adanya luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.
6. Penyakit Busuk Akar (Jamur Fusarium sp.)
Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur + Natural GLIO, perbaiki sistem drainase serta sejak awal pakai Natural GLIO sebagai pencegahan.
7. Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.)
Gejala adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.
8. Penyakit Jamur Upas (pink disease)
Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian terserang, kurangi kelembaban, Oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian terserang atau fungisida berbahan aktif tembaga
9.Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus)
Daun kuning kemudian coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.
10. Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.)
Gejala adanya bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk dan pada bagian terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, sanitasi kebun.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki
PEMANENAN
Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Jenis monthong sekitar 125 – 135 hari setelah bunga mekar, jenis chanee sekitar 110 – 116 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.
Pembahasan tentang: perkebunan durian, pembudidayaan durian, cara bertanam durian, budidaya stroberi organik, sistem agribisnis durian, perawatan durian, pupuk npk buar buah, penyerbukan buatan bunga durian, cara bercocok tanam kopi, cara memberi pupuk durian, cara membersihkan lahan kebun Tanaman Keras, rekomendasi pupuk NPK pada terong, merawat bunga durian, cara budidaya tanaman tanpa musim, Cara Menanam & Merawat Pohon Durian, cara merawat durian otong, makalah tanaman durian, teknik terbaik pertanian durian, BUDIDAYA DURIAN TEMBAGA, cara merawat tanaman durian, budidaya tanaman durian, proses pembibitan tanaman, cara mengembangbiakan tanaman buah durian secara buatan, cara menanam dan merawat tanaman durian, penyakit daun kering tanaman terong, penyerbukan buatan durian, penyerbukan buatan, obat agar bunga durian tidak rontok, perawatan bunga durian, penggerek batang durian, merawat durian, PELINDUNG TANAMAN DURIAN, pembibitan durian, pembuangan pucuk pada tanaman kedelai

pekebunan pisang

KEBUN PISANG MULTI VARIETAS DAN MULTI KULTUR

Ketika tahun 1997 wabah pseudomonas dan fusarium melanda kebun pisang rakyat maupun perkebunan besar di Indonesia, tetap ada tanaman pisang yang selamat. Pertama, yang bisa selamat dari amukan penyakit tersebut adalah jenis pisang "bandel" seperti mas, muli, dan lilin. Tetapi pisang-pisang yang sangat rentan penyakit seperti kepok kuning, ambon kuning, raja sereh, raja bulu dan tanduk pun, tetap ada yang selamat. Pisang-pisang tersebut selalu berada di kebun atau pekarangan rumah penduduk dengan tanaman yang campuraduk. Berbagai jenis pisang ada di sana, berbagai jenis tanaman juga tegak di kebun itu. Mulai dari tanaman semusim seperti kunyit dan keladi sampai ke tenaman keras seperti bambu, petai dan kelapa. Tempat tumbuh tanaman pisang yang selamat dari amukan penyakit itu selalu sangat subur dan  kaya bahan organik. Pada musim kemarau panjang, kelembapan udara serta tanah juga masih tetap terjada dengan baik.
Sebaliknya, areal perkebunan pisang yang hancur oleh penyakit adalah tanaman monokultur, bahkan mono varietas. Artinya, kebun pisang dengan satuan hamparan luas itu hanya ditanami pisang dan hanya terdiri dari satu jenis. Contoh paling ekstrim adalah kebun pisang cavendish. Meskipun kebun ini sudah dilengkapi dengan parit drainase selebar 1 m. dengan kedalaman 1,5 m, diberi pengairan dengan teknik sprinkle, diberi pupuk dan rutun disemprot pestisida, namun tetap saja habis terkena penyakit. Kebun PT Nusantara Tropical Fruits seluas 2.000 hektar di Lampung, tinggal ratusan hektar yang selamat. Kebun PT Global Agronusa Indonesia seluas 3.000 hektar di Halmahera, Maluku, malahan hancur total oleh penyakit ini. Tanaman pisang rakyat dengan jenis-jenis komersial seperti ambon kuning, barangan dll. juga hancur terkena penyakit tadi. Seorang mantan bupati di Sumsel yang mencoba mengembangkan pisang barangan monokultur juga mengalami nasib demikian.

Gagalnya pengembangan kebun-kebun cavendish di Indonesia, terutama disebabkan oleh lokasinya yang sangat berdekatan dengan katulistiwa. Filipina meskipun sama-sama negara tropis, letaknya sudah di atas 10° lintang utara. Lampung masih di bawah 5° dan Halmahera justru menempel di katulistiwa. Pengembangan cavendish di Jatim, tepatnya di Kab. Mojokerto, bisa lebih baik dari di Lampung, karena Mojokerto letaknya sekitar 7,5° lintang selatan. Pengembangan cavendish secara monokultur dan mono varietas di Australia dan Filipina relatif berhasil karena tingkat kelembapan udara di dua kawasan tadi sudah relatif rendah didanding dengan kelembapan rata-rata di Indonesia. Demikian pula halnya dengan Kostarika yang dikenal sebagai negeri pisang, letaknya persis pada 10° lintang utara. Ini semua membuat pengembangan pisang secara monokultur dan mono varietas menjadi dimungkinkan. Problematik mereka justru hanya masalah pengairan.
Selain jenis cavendish dan barangan, di Indonesia belum pernah ada kebun pisang komersial yang dikelola secara serius. Yang disebut sebagai pisang komersial adalah, 1) ambon kuning, 2) kepok kuning, 3) raja sereh (susu), 4) raja bulu, 5) tanduk, 6) mas. Selain jenis-jenis tersebut, masih ada pula pisang-pisang yang tetap laku dijual, tetapi nilai ekonomisnya tidak tinggi. Misalnya pisang nangka, kapas, muli, lilin (janten) dll. Disebut sebagai ambon kuning, sekadar untuk membedakannya dengan ambon lumut dan ambon putih. Di beberapa tempat, misalnya di Bandung, ambon lumur justru sangat digemari konsumen. Tetapi pada umumnya, ambon kuning tetap lebih memiliki potensi pasar. Ambon putih sulit sekali dipasarkan. Demikian pula halnya dengan kepok putih yang hanya lazim dimanfaatkan sebagai pakan burung. Yang dimaksudkan dengan ambon putih serta kepok putih adalah, warna daging buahnya. Sementara warna kulitnya tetap kuning. Beda dengan ambon lumut yang warna kulit buahnya memang akan tetap hijau meskipun telah masak.
Raja bulu yang memiliki nilai komersial baik adalah raja bulu merah. Yakni raja bulu yang daging buahnya kuning oranye kemerah-merahan. Selain itu masih ada pula raja bulu dengan daging buah putih yang kurang disukai konsumen. Raja sereh atau pisang susu malahan ada 3 macam. Pertama yang berukuran besar, tetapi rasanya sedikit masam. Kedua yang berukuran lebih kecil tetapi rasanya sangat manis dengan daging buah yang lebih kering (kesat). Dua jenis pisang raja sereh ini kulit buahnya akan berwarna kuning kecokelatan dengan bintik-bintik cokelat tua. Bintik-bintik pada pisang raja sereh ini bukannya disebabkan oleh luka tusukan hama trips, melainkan oleh bintik gula (sugar spot). Hingga masyarakat yang selalu mengatakan bahwa raja sereh yang manis adalah yang kulitnya cokelat kehitaman memang benar. Karena masih ada satu lagi jenis raja sereh yang warna kulit buahnya justru kuning muda mulus namun rasanya sangat sepat serta masam. Pisang tanduk pun ada dua macam. Pertama yang berdaging muah kemerahan. Di Kab. Lumajang, Jatim, pisang demikian disebut sebagai pisang agung. Selain itu masih ada lagi pisang tanduk dengan daging buah putih.
Alam, tampaknya memang telah mengatur bahwa pisang-pisang yang enak dengan kualitas baik tadi justru sangat rentan terhadap serangan hama serta penyakit. Pisang-pisang jelek yang nilai komersialnya rendah justru sangat tahan penyakit. Pisang mas, lilin dan muli misalnya, sama sekali tidak mempan terserang fusarium dan pseudomonas. Dari enam pisang komersial tadi, ada yang umurnya genjah, yakni 6 bulan dari sejak tanam (benih anakan tinggi 1m.); sudah akan berbuah. Pisang raja sereh sekitar 7 sampai 8 bulan. Ambon dan raja bulu antara 8 bulan sampai dengan 10 bulan. Kepok kuning dan tanduk perlu waktu sampai 18 bilan (1,5 tahun) untuk berbuah. Harga paling tinggi adalah tanduk yakni sampai Rp 1.800,- per kg. di tingkat petani. Disusul dengan raja bulu  Rp 1.500,- kg. kemudian ambon kuning Rp 1.200,- per kg. raja sereh / kepok kuning  Rp 1.000,- per kg. dan mas Rp 800,- per kg. Meskipun tanduk dan raja bulu menduduki ranking harga tertinggi, namun pangsa pasarnya sangat kecil. Sebab pisang tanduk termasuk jenis olahan (bukan pisang meja) sementara raja bulu jenis dwi guna. Yang memiliki pangsa pasar terbesar tetap pisang mabon kuning, karena penggunaannya untuk pisang meja. 
Itu semua untuk pasar dalam negeri. Untuk pasar ekspor lain lagi. Ambon kuning tidak mungkin diekspor karena dua alasan. Pertama, masrarakat internasional akan menganggapnya sebagai cavendish. Kedua, beda dengan cavendish yang tangkai buah serta kulitnya kuat, ambon kuning sangat lemah. Yang memiliki tangkai buah serta kulit kuat hanyalah raja bulu dan kepok kuning. Karenanya, kalau pengembangan kebun pisang komersial berorientasi pasar dalam negeri, maka konsentrasinya harus ke ambon kuning. kalau tujuannya untuk ekspor, maka jenisnya raja bulu dan kepok kuning. Hingga rumusan untuk kebun dengan orientasi pasar dalam negeri adalah, ambon kuning 50%, raja sereh 20%, raja bulu 10% tanduk, kepok kuning dan mas 20%. Kalau tujuannya untuk ekspor maka komposisinya raja bulu 40%, kepok kuning 30%, tanduk 10% dan ambon kuning, mas serta raja sereh 20%. Komposisi itu bisa digabung. Misalnya, ambon kuning 30%, raja bulu 30%, kepok kuning, tanduk, raja sereh dan mas masing-masing 10%. Orientasinya pasar dalam negeri dan ekspor.
Populasi ideal tanaman pisang ambon kuning atau raja bulu per hektar adalah 1.500 tanaman. Dengan jarak tanam 2 X 3 meter. Namun dalam pelaksanaan penanaman jarak tanam itu dibuat 2 m. (membujur) X 3,5 X 2,5 X 3,5 m. dst. (melintang).  Pada jarak 2,5 m. dibuat parit drainase selebar 0,5 m. dengan kedalaman 0,7 m. Sementara jarak 3,5 m. akan digunakan untuk kendaraan (pick up) atau traktor yang akan membawa pupuk kandang serta hasil panen. Jarak tanam yang 2 m. tersebut, dalam budidaya sistem multi varietas harus domodifikasi sesuai dengan verietas yang ditanam. Misalnya, pada ambon dan raja bulu, jarak itu tetap 2 m. Tetapi pada  kepok kuning dan tanduk,  diperlebar menjadi  2,5 m. Pada raja sereh dan mas, justru diperpendek menjadi 1,5 meter. Populasi total per hektar tetap sekitar 1.500 tanaman. Di kalangan petani, biaya tanam pisang ambon kuning atau raja bulu, Rp 5.000,- per tanaman sampai dengan berbuah pertama. Pera petani tidak pernah memberi pupuk maupun pestisida, tenaga kerja untuk kontrol juga tidak dihitung. Jadi Rp 5.000,- tersebut hanyalah biaya benih, tanam dan panen.
Pada budidaya komersial, biaya tersebut harus ditambah Rp 5.000,- untuk pupuk dan pestisida pada tahun I. Pada tahun II dst, biaya pupuk dan pestisida akan meningkat menjadi 3 X lipat, karena tiap rumpun pisang akan bisa dipanen sebanyak 3 kali. Kemudian masih ada biaya Rp 6.000,- untuk upah tenaga harian. Perhitungan upah harian adalah, tiap hektar bisa dikerjakan oleh 2 orang dengan UMR Rp 12.000,- berarti tiap 0,5 lahan akan ditangani oleh 1 tenaga kerja dengan upah per tahun Rp 12.000,- X 365 (hari) : 750 (populasi pisang per 0,5 hektar) = Rp 5.840,- yang dibulatkan menjadi Rp 6.000,- Dalam perkebunan pisang skala komersial diperlukan pengairan intensif. Pengadaan air dengan biaya tertinggi adalah apabila harus mengambil air tanah dengan sumur dalam. Biaya pengeboran berikut pompa, survei, ijin, instalasi dan penampungan sekitar Rp 200.000.000,- yang bisa mengkover areal 10 hektar. Biaya investasi ini harus disusutkan paling sedikit untuk jangka waktu 5 tahun. Plus biaya investasi lainnya berikut benab manajemen, total biaya pembukaan kebun pisang skala komersial menjadi Rp 50.000.000,- per hektar.
Biaya per hektar Rp 50.000.000,- tersebut untuk skala minimal 10 hektar. Kalau kebun yang akan dibuka hanya 5 hektar atau malahan hanya 2 hektar, maka biaya per hektarnya akan jatuh lebih tinggi lagi. Sebaliknya apabila kita akan membuka sampai 50 hektar, maka biayanya akan menurun, meskipun angka nominal penurunannya tidak terlalu besar. Hasil pisang 1.500 tandan, dihitung rata-rata 6 sisir per tandan dengan berat per sisir 2,5 kg dan dengan harga rata-rata  Rp 1.200,- Hingga pendapatan per tanaman adalah Rp Rp 1.200,- X 2.5 X = Rp 18.000,- Hasil per hektarnya dikalikan 1.500,- menjadi Rp 36.000.000,- Pada tahun II dst. hasil ini akan meningkat menjadi 3 X lipat yakni Rp 108.000.000,- tetapi biaya pupuk dan pestisida juga akan naik menjadi Rp 15.000,- X 1.500 per hektar atau Rp 22.500.000,- Secara ringkas, dengan skala minimal 10 hektar, dengan biaya Rp 500.000.000,- suku bunga 20% dan grace period 1 tahun, maka dalam waktu 4 tahun pinjaman untuk budidaya pisang ini sudah bisa dilunasi. Jadi sebenarnya peluang tersebut masih cukup baik. (R) **

perkebunan mangga

Perkebunan Mangga Indramayu Bebas Serangan Ulat Bulu
Rabu, 04 Mei 2011 16:25 WIB     
Komentar: 0
INDRAMAYU--MICOM: Perkebunan mangga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bebas dari serangan ulat bulu, kata Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan setempat Ir. Anang, Rabu (4/5).

Menurut dia, tanaman mangga di Indramayu mencapai sekitar 1,5 juta pohon dan serangan ulat bulu beberapa pekan lalu dapat diatasi karena penyebarannya masih terkendali, selain masyarakat cukup aktif membantu petugas.

"Serangan ulat bulu yang terjadi beberapa pekan lalu, tidak menyebar dan hanya ada sedikit pohon mangga yang dihinggapi sehingga mudah mengantisipasinya," katanya.

Dia menjelaskan, ulat bulu yang menyerang pohon mangga di Indramayu berbeda dengan daerah lain dimana ukuran ulat kecil dan penyebarannya terbatas. Hanya beberapa Kecamatan yang terserang ulat bulu dengan jumlah kecil.

"Serangan ulat bulu yang melanda daerah lain awalnya cukup dikhawatirkan oleh pemilik lahan perkebunan mangga di Indramayu mereka takut pohon mangga produkif harus dimusnahkan," katanya.

Sementara itu Hasyim pemilik perkebunan mangga di daerah Indramayu bagian barat mengaku serangan ulat bulu sempat menakutkan, namun di Kabupaten Indramayu dapat diatasi karena penyebaran hanya sedikit.

"Ulat bulu yang menyerang Indramayu jumlahnya sedikit sehingga masyarakat petani mangga dan petugas dari Dinas Pertanian mudah menanggulangi hama ulat bulu tersebut, meski pemilik lahan sempat cemas," katanya.

Dia menjelaskan, serangan ulat bulu seperti daerah lain pemberantasnya dengan obat anti ulat bulu dan penebangan pohon yang dihinggapi, tetapi jika di Indramayu pohon mangga harus dimusnahkan maka petani akan mengalami kerugian cukup besar.

"Pemerliharaan dan modal menanam pohon mangga hingga produksi harus mengeluarkan uang tidak sedikit, selain itu waktu yang dibutuhkan sekitar enam tahun pohon mangga tersebut berbuah," katanya.

Wartono pemilik lahan perkebunan mangga lain mengaku sempat cemas melihat dan mendengar ulat bulu menyerang kabupaten Indramayu, namun setelah Dinas Pertanian dan Peternakan terus mengantisipasi serangan ulat bulu tersebut hingga aman baru merasa lega. (Ant/sa/X-11)

perkebunan rambutan ( sejarah singkat buah Rambutan )

RAMBUTAN
( Nephelium sp. )
1. SEJARAH SINGKAT
Rambutan (Nephelium sp.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon
dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya
disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luar di
daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan
ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.
2. JENIS TANAMAN
Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari
galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur
yang berbeda. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat
buah (dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut). Dari
sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari
orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya:
1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit
berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging
buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan
daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil
rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus,
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 2/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah
dipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
3) Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per
pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan
agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia
dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua
rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit,
hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
5) Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai
terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna
kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat,rasa
buah manisa sam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.
3. MANFAAT TANAMAN
Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang
mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein
dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin
dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi ada pula
sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di
pekarangan, sebagai tanaman hias.
4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya
yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi, Kuningan, Malang,
Probolinggo, Lumajang dan di Garut.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.
2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara
1.500-2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit
sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan
suhu lingkungan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 3/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
4) Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan
optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari. Kekurangan
sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna
(kempes).
5) Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan
tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban
yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok
untuk pertumbuhan tanaman rambutan.
5.2. Media Tanam
1) Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit
mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung
bahan organik ataui pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
2) Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda
dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 dan kalau
kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
3) Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon
rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
4) Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak dan kondisi tanah,
karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang
benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada.
5.3. Ketinggian Tempat
Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-
500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak
begitu baik hasilnya.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1) Persyaratan Benih
Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat
konsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus,
Rambutan Cimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.
2) Penyiapan Benih
Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah
dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2
hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap
disemaikan. Disamping itu dapat pula direndamdengan larutan asam dengan
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 4/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl)
25% atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit
kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang dengan
air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam. Untuk
menghidari jamur biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP
atau fungisida lainnya.
3) Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih dipilih lahan yang gembur dan mudah mendapat
pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi seperti:
mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput,
batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Kemudian tanah
dihaluskan sehingga menjadi gembur dan buatkan bedang-bedeng yang
berukuran 1-1,5 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan
luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m,
dengan keadaan arah membujur dari Utara ke Selatan, supaya mendapatkan
banyak sinar matahari walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak
antara bedeng 30 cm dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau,
kompos/pupuk kandang yang sudah matang dan benih siap disemaikan. Selain
dengan melalui proses pengecambahan juga biji dapat langsung ditunggalkan
pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon pangkal
lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedengbedeng
yang berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan
dan sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari
bedeng persemaian ke bedeng penanaman.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Setelah bibit berkecambang dan telah berumur 1-1,5 bulan disiram pagi sore,
setelah kecambah dipindah ke bedeng pembibitan penyiraman cukup 1 kali tiap
pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, dengan menggunakan "gembor"
supaya merata dan tidak merusak bedengan dan diusahakan air dapat menembus
sedalam 3-4 cm dari permukaan. Kemudian dilakukan pendangiran bedengan
supaya tetap gembur dan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yang
tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama dan penyakit,
sampai umur kurang lebih 1 tahun persemaian yang dilakukan terhadap pohon
baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian yang ditentukan dengan sistem
Fokkert yang sudah disempurnakan yang sebelumnya daun-daun dirontokkan
pada pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dan kemudian setelah disiapkan
tempat untuk penempelan mata kulit tersebut sampai mata kulit itu tumbuh tunas,
setelah itu tunas asli pada pohon induk yang telah ditempel dipangkas, kemudian
rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan
rumput-rumput yang ada disiangi, kemudian dapat juga diberi pupuk urea 10 gram
untuk tiap 1 m² untuk 25 tanaman rambutan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 5/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
5) Pemindahan Bibit
Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau di cangkok maupun
diokulasi dapat dengan mencungkil/membuka plastik yang melekat pada media
penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak dan
dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm dan agar tumbuh akar lebih banyak maka
dalam penanaman kembali akar tunggangnya dapat dipotong sedikit untuk
menjaga penguapan kemudian lebar daun dipotong separuh serta keping yang
menempel dibiarkan sebab berfungsi sebagai cadangan makanan sebelum dapat
menerima makanan dari tanah yang baru. Dan ditanam pada bedeng pembibitan
dengan jarak 30-40 cm dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi
di Timur dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi.
6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Pilihlah tanah yang subur, hindari daerah yang berkondisi tanahnya terlampau liat
dan tidak memiliki sirkulasi yang baik, meskipun pada daerah perbukitan tetapi
tanahnya subur dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang
curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul
dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata.
2) Pembukaan Lahan
Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun rambutan dikerjakan semua secara
bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang
dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul. Bila bibit
berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi kalau
dari hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Kemudian dibuatkan
saluran air selebar 1 meter dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air
tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang
kurus dan kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat
dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dan kondisi ini dibiarkan
selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya.
3) Pembentukan Bedengan
Setelah tanah keadaan gembur dan buatkan bedeng-bedengan yang berukuran 8
m lebar dan tinggi sekitar 30 cm dengan perataan dasar atasnya guna menopang
bibit yang akan ditanam, panjang disesuaikan dengan luas
pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan
keadaan arah membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar
matahari pagi walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara
bedeng 1 m yang diharapkan untuk lalu-lintas para pekerja dan dapat
dipergunakan sebagai saluran air pembuangan, dan untuk menambah kesuburan
dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 6/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
4) Pengapuran
Pengapuran pada dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru
terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu
subur, setelah lobang-lobang itu digali dengan ukuran penanaman di pekarangan
dan dasarnya ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang guna
menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7 sebagai syarat tumbuhnya tanaman
rambutan, setelah 1 minggu dari penaburan kapur diberi pupuk kandang supaya
tanah menjadi subur.
5) Pemupukan
Setelah jangka waktu 1 minggu dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang
ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 25 kg (kurang lebih 1
blek) dan setelah 1 minggu lahan baru siap untuk ditanami bibit rambutan yang
telah jadi.
6.3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian
ditanam dengan jarak 10 x 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan
atau telah tumbuh daun sebanyak 3 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan
pada bedeng ke dua dengan jarak 1-14 meter. Untuk menghindari sengatan sinar
matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke Timur
dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.
2) Pembuatan Lubang Tanaman
Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat
penanaman bibit rambutan yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara
matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 m yang
sebaiknya telah dipersiapkan 3-4 pekan sebelumnya dan pada waktu penggalian
tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan yang nantinya dipergunakan
untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, sedangkan jarak antar
lubang sekitar 12-14 m.
3) Cara Penanaman
Setelah berlangsung selama 2 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah
seperti sedia kala dan tanah yang bagian atas dikembalikan setelah dicampur
dengan 3 blek (1 blek kurang lebih 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang,
dan kira-kira 4 pekan dan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut
sudah mulai menurun baru rambutan ditanam dan tidak perlu terlalu dalam
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 7/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang rambutan diusahakan
setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya.
4) Lain-lain
Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat
dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah Timur, agar
tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan
untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman
dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara
alamiah.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali
terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus
disiangi sampai radius 1-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak
tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan.
2) Perempalan
Agar supaya tanaman rambutan mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah
tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan peempelan/ pemangkasan pada
ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang
juga berguna memberi bentuk tanaman, memperbanyak dan mengatur produksi
agar tanaman tetap terpelihara. Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa
panen buah berakhir dengan harapan muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat
munculnya bunga baru pada musim berikutnya dan hasil berikutnya dapat
meningkat.
3) Pemupukan
Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman rambutan tetap stabil perlu
diberikan pupuk secara berkala dengan aturan:
a) Pada tahun ke 2 setelah penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan
campuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 germ ZK
dengan cara ditaburkan disekeliling pohon/dengan jalan menggali disekeliling
pohon sedalam 30 cm selebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran
tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya.
b) Tahun berikutnya perlu dosis pemupukan perlu ditambah dengan komposisi 50
kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gr Urea dan 250 gr ZK dengan cara
pemupukan yang sama, apabila menggunakan pupuk NPK maka
perbandingannya 15:15:15 dengan ukuran diantara 75-125 kg untuk setiap ha,
dan bila ditabur dalam musim hujan dan dengan komposisi 250-350 kg apabila
dilakukan saat awal musim penghujan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 8/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
4) Pengairan dan Penyiraman
Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan/okulasi
ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan
minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari.
Apabila tanaman rambutan telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman
bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukan saja. Dan bila
turunterlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan
cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Guna mencegah kemungkinan tumbuhnya penyakit/hama karena kondisi
cuaca/hewan-hewan perusak maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida
umumnyadilakukan antara 15-20 hari sebelum panen dan juga apabila
kelembaban udara terlalu tinggi akan tumbuh cendawan, apabila musim
penghujan mulai tiba perlu disemprot fungisida beberapa kali selama musim hujan
pestisida dan insektisida
6) Pemeliharaan Lain
Untuk memacu munculnya bunga rambutan diperlukan larutan KNOƒ (Kalsium
Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNOƒ dan
juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan)
rambutan pada setiap stadium (tahap perkembangan) serta mempercepat
pertumbuhan buah rambutan.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama pada Daun
Hama tanaman rambutan berupa serangga seperti semut, kutu, kepik, kalong dan
bajing serta hama lainya seperti, keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor
lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. misal: ulat penggerek buah
(Dichocricic punetiferalis) warna kecoklat-coklatan dengan ciri-ciri buah menjadi
kering dan berwarna hitam, Ulat penggerek batang (Indrabela sp) membuat kulit
kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm, Ulat pemakan daun (Ploneta
diducta/ulat keket) memakan daun-daun terutama pada musim kemarau. Ulat
Jengkal (Berta chrysolineate) pemakan daun muda sehingga penggiran daun
menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 9/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
7.2. Penyakit
Penyakit tanaman rambutan disebabkan organisme semacam ganggang
(Cjhephaleusos sp) yang diserang umumnya daun tua dan muncul pada musim
hujan dengan ciri-ciri adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai seratserat
halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Ganggang
Chaphaleuros kesimbiose dengan lumut kerek (lichen) dan dapat dijumpai pada
daun dan batang rambutan, yang nampak seperti panu sehingga ranting yang
diserang dapat mati; Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan (jamur)
Rigidoporus Lignosus dengan tanda rizom berwarna putih yang menempel pada akar
dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.
7.3. Gulma
Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman rambutan yang berbentuk
rerumputan yang berada disekitar tanaman rambutan yang akan mengganggu
pertumbuhan perkembangan bibit rambutan oleh sebab itu perlu dilakukan
penyiangan secara rutin.
8. PANEN
8.1. Ciri dan Umur Panen
Buah rambutan yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan
dengan jenis rambutan yang ada juga dengan mencium baunya serta yang terakhir
dengan merasakan rambutan yang sudah masak dibandingkan dengan rambutan
yang belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan
Nopember sampai Februari, juga dapat dipengaruhi musim kemarau atau musim
penghujan.
8.2. Cara Panen
Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yang sudah matang
(hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak
menjadi rusak. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar dapat bertunas
kembali cepat berbuah apabila pemetikan tidak terjangkau dapat dilakukan dengan
menggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.
8.3. Periode Panen
Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan Nopember sampai
dengan Februari (masa musim penghujan). Dengan dicari buah yang masak dan
yang belum masak supaya ditinggal dulu dan kemudian dipanen kembali
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 10/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
8.4. Prakiraan Produksi
Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen
dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat
diperkirakan mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap pohonnya dapat mencapai
hasil minimal 0,10 kuintal, dan maksimal dapan mencapai 1,75 kuintal setiap
pohonnya.
9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan
Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah rambutan harus diikat secara baik,
biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan
secara keseluruhan.
9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Tujuan penyortiran buah rambutan yang bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya
dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat
dicampur dengan buah yang besar dengan sama mutunya, yang biasanya dijual
dalam bentuk ikatan dan perlu diingat bahwa dalam 1 ikatan diusahakan sama besar
dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis rambutan, jangan
dicampur adukkan dengan jenis yang lain.
9.3. Penyimpanan
Penyimpanan yang terbaik untuk mengawetkan buah rambutan biasanya dilakukan
dengan jalan dibuat asinan/manisan dan dimasukkan dalam kaleng/botol atau dapat
juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterlilan dan
ketahanan serta lama penyimpanannya.
9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja,tetapi pada kenampakandan
cara pengikatannya,apabilaakan dijual tidak jauh dari lokasi maka cukup diikat dan
kemudian di angkut dengan kendaraan/dimasukkan dalam karung. Untuk pengiriman
dengan jarak yang agak jauh (antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari
lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dengan menggunakan peti sebelum
dipilih dan di pak sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air sabun dan dibilas
kemudian dikeringkan, setelah dipisah dari tangkainya, apabila ada yang terkena
jamur sebaiknya direndam dulu dengan larutan soda 1,5% selama 3-5 menit
kemudian disikat dengan sikat yang lunak. Setelah itu disusun berderet berbentuk
sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/ sabut kelapa,
setelah itu dilapisi dengan kertas minyak. Setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 11/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
dengan kertas minyak dan dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan,
sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti
bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1 Analisis Usaha Budidaya
Untuk mendukung perhitungan analisis usaha tani rambutan secara konvensional
ada beberapa hal yang perlu diketahui antara lain:
1) Tanaman rambutan dibudidayakan secara pencangkokan atau mengokulasi
dengan jarak tanam 12-14 m sehingga populasi tanaman setiap hektar mencapai
1000 tanaman.
2) Varietas tanaman rambutan yang dibudidayakan merupakan jenis yang disukai
konsumen.
3) Di lokasi penanaman diusahakan yang dekat dengan sumber air, dekat dengan
sipekerja.
4) Tenaga kerja dibedakan menjadi dua yakni tenaga kerja pria (HKP) dan tenaga
kerja wanita (HKW), dengan ongkostenaga kerja pria lebih tinggi dari pada tenaga
kerja wanita dengan jam kerja per harinya 8 jam.
5) Budidaya rambutan dilakukan pada musim (Maret-September).
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Buah rambutan merupakan buah populer di kawasan ASEAN, khususnya di tanh air
dn di negara Jiran Malaysia tempat asal buah rambutan. Buah rambutan dapat
dikonsumsi langsung (buah segar) ataupun diolah menjadi buah kalen dan manisan
buah rambutan.
Rambutan selain sebagai buah segar yang digemari, hasil olahannya pun menjadi
komoditi primadona yang memiliki prospek cukup cerah di Asia dan di negara-negara
lainnya. Pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri masih merupakan lahan
pemasaran yang menjanjikan. Sehingga sangat tepat untuk membudidayakan buah
rambutan secara intensif dengan didukung kondisi alam yang ada.
11. STANDAR PRODUKSI
11.1.Ruang Lingkup
Standard produksi ini meliputi: klasifikasi/penggolongan dan syarat mutu, cara
pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan cara pengemasan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 12/ 13
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
11.2.Diskripsi
Buah rambutan segar adalah buah dari tanaman rambutan (Nephelium lappaceum
Linn) dalam tingkat ketuaan optimal, utuh, segar dan bersih. Standar buah rambutan
di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3210-1992.
11.3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Buah rambutan segar untuk masing-masing kultvar, digolongkan dalam 2 buah jenis,
yaitu: Mutu I dan Mutu II.
Klasifikasi berdasarkan ukuran berat adalah sebagai berikut:
a) Binjai: besar maksimum 20 kg; kecil : > 20 kg
b) Lebak Bulus: besar maksimum 35 kg; kecil > 35 kg
c) Rapiah: besar maksimum 30 kg; kecil > 30 kg
d) Simacan: besar maksimum 40 kg; kecil > 40 kg
Persyaratan mutu untuk buah rambutan adalah sebagai berikut:
a) Keseragaman Kultivar: mutu I seragam; mutu II seragam
b) Keseragaman Ukuran: mutu I seragam; mutu II kurang seragam
b) Tingkat Kesatuan Buah: mutu I tepat; mutu II kurang Tepat
c) Tingkat Kesegaran Buah: mutu I segar; mutu II kurang segar
d) Buah cacat/busuk: mutu I 0%; mutu II 0%
e) Bentuk ikatan: mutu I maksimum 10 cm; mutu II maksimum 10 cm
f) Bentuk buah lepas: mutu I maksimum. 0,5 cm; mutu II maksimum 0,5 cm
g) Kadar Kotoran: mutu I 0%; mutu II 0%
h) Serangga hidup/mati: mutu I tidak ada; mutu II tidak ada
11.4.Pengambilan Contoh
Satu partai/lot buah rambutan segar terdiri dari maksimum 1.000 kemasan. Contoh
diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 (satu) partai/lot.
a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5, contoh pengambilan semua
b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100, contoh pengambilan sekurangkurangnya
5
c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300, contoh pengambilan sekurangkurangnya
7
d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500, contoh pengambilan sekurangkurangnya
9
e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000, contoh pengambilan sekurangkurangnya
10
Petugas pengambil contoh harus orang yang memenuhi persyaratan yaitu orang
yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan
suatu badan hukum.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal.

perkebunan kelapa

Tanaman Kelapa: Pohon Kehidupan

KelapaTanaman kelapa dikenal sebagai pohon yang mempunyai banyak kegunaan, mulai dari akar sampai pada ujungnya (daun), dari produk non-kuliner maupun kuliner/makanan, dan juga produk industri sampai produk obat-obatan. Bagi banyak negara di dunia,tanaman ini disebut sebagai "Pohon Kehidupan".

Nama Botanik: Cocos nucifera

Keluarga: Palmae, keluarga palma (juga dikenal dengan 'Arecaceae')

Tanaman Kelapa (pohon)
Tinggi pohon kelapa dapat mencapai 15 sampai 30 meter di daerah perkebunan. Batang pohon di lingkari dengan parutan/ goretan bekas daun-daun tua yang sudah rontok. Bagian paling atas dari batang di mahkotai dengan  daun-daun berbentuk bunga mawar.

Daun
Daun kelapa berbentuk bulu yang terbagi dalam lembaran-lembaran yang begitu banyak. Panjang daun dapat mencapai 7 meter berisi 250 lembaran. Daun kelapa dapat dibuat menjadi anyaman tikar, tenunan dan  digunakan untuk atap.

Bunga
Bunga jantan dan betina berkembang pada tanaman yang sama dengan dahan-dahan yang berbunga.  Warna bunga adalah kuning pucat dengan panjang kira-kira 1 cm. Pangkal batang yang berbunga disadap untuk diambil getahnya.

KelapaBuah (kelapa)
Buah kelapa berbentuk lonjong dan dilapisi oleh kulit yang licin yang berwarna hijau terang, jingga cerah atau warna-warna gading. Di bawah lapisan kulit terdapat lapisan serat tebal yang digunakan untuk sabut. Lapisan berikutnya adalah tempurung dari biji yang mempunyai tiga karakteristik 'mata'. Tempurung dapat digunakan untuk membuat arang dan alat-alat makan. Bagian dalam dari tempurung dilapisi oleh lapisan putih yang dapat dimakan, yang disebut daging atau kopra.Daging buah ini juga dibuat menjadi produk kimia, industri dan obat-obatan. Cairan di dalam lubang biji kelapa disebut  air kelapa. Ketika biji berkecambah, batang baru akan muncul dari salah satu mata tempurung.

Kelapa adalah satu-satunya spesies pada jenis Cocos.


Kelapa  - produksi & perdagangan

Pohon kelapa disebut sebagai 'pohon kehidupan' karena kegunaannya yang beragam. Tanaman ini ditanam dan dikembangkan di daerah-daerah tropis untuk serat dan bahan bakar, tapi juga paling dikenal sebagai bahan makanan. Tanaman ini juga termasuk dalam jenis minyak sayur ketujuh terpenting di dunia.

Penanaman
Perkebunan biasanya dibuat dengan menanam biji. Pertama-tama bibit ditempatkan di bedeng-bedeng tempat berkecambah sampai daun pertama terbuka. Setelah itu, bibit ditanam di lahan dengan jajaran yang rapih.

Panen dan Pengolahan
Bunga pertama akan muncul mulai dari tahun ke dua sampai ke tujuh, tergantung  dari perkembangan tanaman dan buah kelapa dapat dipanen satu tahun sesudahnya. Kelapa merupakan bagian yang paling penting dari tanaman palma dan biasanya dipanen oleh pemanjat-pemanjat kelapa yang cekatan dengan memotong tandan kelapa yang sudah tua.

Buah yang jatuh dikumpulkan di bawah atau dapat di ambil dari batangnya dengan menggunakan pisau yang diikat pada sebilah bambu panjang.Tanaman kelapa dapat produktif berbuah selama 50 sampai 100 tahun, walaupun hasil terbaik adalah diantara 10 sampai 20 tahun.

Kelapa yang dipanen kemudian disimpan sampai serabutnya benar-benar kering. Kemudian serabut kelapa dikeluarkan dari batoknya dengan cara ditancapkan dan kemudian di putar pada sebuah besi yang berujung tajam yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat. Serabut ini digunakan untuk membuat sabut. Untuk tepung kelapa, santan, minyak dan bentuk-bentuk olahan lainnya, tempurung kelapa dibelah dengan pisau besar / kampak kemudian dagingnya dipisahkan atau dikeluarkan. Minyak dibuat dari kopra yang merupakan daging kelapa yang dikeringkan dan kemudian dapat digiling untuk dibuat bungkil atau minyak untuk produk kosmetik, industri dan obat-obatan. Bahan ini merupakan sumber asam laurat yang digunakan untuk membuat deterjen yang lazim seperti sabun, walaupun dihadapkan dengan meningkatnya persaingan dengan minyak-minyak yang lain di pasar dunia. Tempurung digunakan untuk membuat segala bentuk alat makan, wadah, ukiran dan untuk arang tempurung digunakan untuk pembakaran atau penyaringan (filterisasi).

Perdagangan /Penggunaan Industri Kelapa

Minyak kelapa
Minyak kelapa juga digunakan sebagai kebutuhan harian rumah tangga, seperti sabun, kosmetik dan shampoo. Hal ini disebabkan karena asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa membuat larutan yang baik untuk krim dan deterjen.Minyak kelapa mengandung asam lemak yang merupakan anti mikroba dan merupakan satu campuran yang  disebut 'sukrosa cocoate', yang berfungsi untuk melembabkan. Minyak ini digunakan untuk perawatan kulit seperti untuk meredakan inflamasi misalnya eksim dan psioriasis. Krim untuk kulit kepala dan shampoo mengandung minyak kelapa termasuk zat Cocois® dan Capasal®. Sukrosa cocoatejuga ditambahkan dalam persiapan farmasi karena dapat membantu tubuh menyerap jenis-jenis obat tertentu.

Air kelapa
Air kelapa merupakan jenis minuman yang terkenal, yang diambil dari buah yang sudah matang, bernutrisi dan mengandung gula, vitamin E, asam amino dan mineral lainnya. Air kelapa juga merupakan antioksidan.

Kelapa tidak berbahaya bagi kesehatan, tapi penggunaan minyak kelapa secara terus-menerus dengan jumlah yang besar tidak disarankan karena minyak ini mengandung lemak jenuh yang berhubungan dengan penyakit jantung. Sabun yang terbuat dari bahan kelapa dapat menyebabkan iritasi pada kulit pada orang yang sensitif terhadap bahan ini.

Makanan
Seorang peneliti pada abad ke 16 mengapresiasikan kebaikan dari buah kelapa dengan menulis "seperti kita mempunyai roti, anggur, minyak dan cuka, dan dari semuanya itu hanya berasal dari satu (sari) pohon kelapa" . Kelapa sesungguhnya merupakan bahan utama dari hidangan Asia Tenggara. Mulai dari manisan, sirup sampai pada kari, makanan berkuah, buah dan bagian lainnya, yang dapat dikonsumsi.

Santan dan krim kelapa dibuat dengan cara menuangkan air panas kedalam daging kelapa segar yang sudah digiling dan diperas untuk mengeluarkan cairannya.

Santan atau krim dapat ditambahkan air untuk menciptakan perbedaan kekentalan untuk manisan, melezatkan makanan dan produk kue. Santan memberikan tekstur yang unik berasa seperti krim apabila digunakan pada nasi, makanan berkuah dan kari. Santan dan krim dijual dalam bentuk bubuk dan dalam kaleng. Di toko -toko di Inggris kebanyakan dijual dalam kaleng.

Proses pembuatan tepung kelapa adalah dicuci, dikukus, diparut kemudian dikeringkan untuk dipakai pada manisan, kue, menjadi pelezat makanan dan untuk makanan kecil. Minyak digunakan untuk memasak, pembuatan margarin, es krim dan manisan. Minyak kelapa dapat diproses dengan menggunakan kelapa segar atau seringkali dengan memeras daging kelapa kering, yang dikenal dengan kopra. Bola kopra dibuat dengan pengeringan secara perlahan, kemudian kulitnya dikupas kembali dari keseluruhan buah kelapa. Bola kopra ini digunakan untuk manisan pada persiapan sajian untuk upacara keagamaan. Air dari buah kelapa rasanya manis dan saat ini secara komersial disadap dan kemudian diawetkan menjadi minuman.

Jantung kelapa dan getah
Seperti jenis palma lainnya, jantung dari palma kelapa rasanya lezat. Jantung kelapa yang bertekstur lembut yang berada dipuncak batang, dikenal juga dengan palma kubis (Palm cabbage).  Palma kelapa menghasilkan salah satu jantung palma terberat, yang bisa mencapai sampai 12 kg. Getah yang manis, yang disebut 'toddy' disadap dari batang-batang bunga yang belum terbuka. Untuk mengumpulkan getahnya, dasar batang dipukul dengan palu dan dibuat lobang atau celah kecil pada kulit yang menutupi batang-batang bunga. Wadah diletakkan di bawah celah atau lubang untuk menampung cairan yang keluar. Getah ini dapat direbus untuk menambah kelezatan gula aren.

Gula aren difermentasikan ke dalam anggur yang mengandung alcohol yang kemudian dapat didestilasi menjadi minuman keras yang disebut ‘arak’. Anggur kelapa diproduksi sebagai produk sampingan dari cuka kelapa.

Kerajinan
Pohon kelapa menghasilkan bahan-bahan seperti serat dan kayu yang digunakan pada bermacam-macam kerajinan di Asia Tenggara. Dari tali dan alas kaki, sampai sikat dan wadah/mangkuk, beberapa dari produk-produk ini dibuat secara tradisional dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Asia Tenggara. Produk lainnya disukai oleh para wisatawan atau diekspor ke luar negeri.

Sabut
Sabut adalah serat yang dihasilkan dari kupasan luar dari buah kelapa. Serabut tersebut direndam dalam air sebelum serat dipisahkan. Kemudian serat di ikat menjadi gulungan yang disebut sabut.

Sabut kelapa secara tradisional digunakan untuk membuat jaring penangkap ikan dan menjadi ikatan untuk kerangka rumah. Sabut tidak terlalu membengkak apabila direndam dalam air, karena itu tali sabut kelapa dahulu digunakan untuk mengikat dan menyumbat celah antara papan dari badan kapal.  Marco Polo menggunakan sabut untuk memasang atau mengikat papan-papan dalam pembuatan kapal. Sabut yang berkualitas terbaik digunakan untuk membuat alas, babut dan karpet. Kualitas yang lebih rendah digunakan untuk membuat tali, sikat dan keset kaki untuk keperluan sehari-hari di negara barat, yakni untuk menggosok kaki.

Daun, Batang dan buah
Daun dari pohon kelapa ditenun secara tradisional untuk dibuat keranjang, kipas, topi dan lapik/alas. Daun kelapa telah dipakai untuk atap rumah dan sapu. Batang kayu kelapa dapat digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, peralatan makan dan untuk bangunan. Tempurung kelapa yang keras dibentuk dengan sempurna untuk dibuat tempat minum, sendok, sendok sup, pipa rokok, penghidang salad dan karet latex untuk tatakan mangkuk. Batang kelapa juga dapat diukir untuk dijadikan produk-produk dekoratif seperti bingkai foto.

perkebunan jahe ( Budidaya tanaman jahe )

BUDIDAYA TANAMAN JAHE

JaheJahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup berarti dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor dikemas berupa jahe segar, asinan (jahe
putih besar), jahe kering (jahe putih besar, kecil dan jahe merah), maupun minyak atsiri dari jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. Volume permintaannya terus meningkat seiring dengan permintaan produk jahe dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri yang menggunakan bahan baku jahe. Pada tahun 1998, ekspor jahe Indonesia mencapai 32.807 ton dengan nilai nominal US $ 9.286.161. Tahun 2003 turun menjadi 7.470 ton dengan nilai US $ 3.930.317 karena mutu yang tidak memenuhi standar. Namun permintaan jahe mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi ini di Indonesia, direspon dengan makin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk jahe.