Pages

Subscribe:

Blogroll

Labels

Kamis, 03 November 2011

perkebunan ubi jalar

Ubi Jalar
(Sweet Potato (Ingg.), Ipomoea batatas (Latin)) Famili: Convolvulaceae

Ditanam luas di Amerika Selatan sebelum kebudayaan Inka, diintroduksi ke Spanyol sebelum kentang. Di Asia Timur, Polynesia sebelum tahun 1250 M menyebar ke Selandia Baru abad 14, menyebar ke Cina tahun 1594 M.

Bagian yang dikonsumsi:

Umbi dan daun muda

Deskripsi:

Tanaman tahunan dikotil dengan batang menjalar. Warna kulit umbi bisa putih, kecoklatan, merah, ungu agak merah, atau kuning dengan warna umbi bisa putih, kuning, oranye atau merah. Hari panjang meningkatkan pertumbuhan batang, sedangkan hari pendek merangsang pembesaran umbi dan pembungaan.

Bagian yang dikonsumsi:

Umbi serta pucuk dan daun muda

Kandungan Gizi:

Ubi yang berwarna kuning kaya karbohidrat dan provitamin A. Daun dan pucuk muda tinggi kandungan vitamin A dan C serta proteinnya.

Suhu:

Suhu optimum 24 °C. Tanaman berhenti tumbuh pada suhu 15 °C.

Budidaya:

* Perbanyakan dari stek batang atau tunas dari umbi

* Pemupukan K tinggi

Panen:

* 3-4 BST

khasiat

Ubi jalar (Ipmoea batatas L) terbukti mengurangi resiko buta pada anak
balita. Hal itu terungkap dalam hasil penelitian oleh Dr Muhilal (1991)
dan para peneliti dari Puslitbang Gizi Depkes. Dilaporkan bahwa di
Kabupaten Jaya Wijaya, Irian Jaya, yang semula diduga mempunyai prevalensi
xeroftalmia lebih daripada 0,5 persen, ternyata tidak dijumpai satu kasus
pun penyakit xeroftalmia. Xeroftalmia adalah suatu penyakit mata yang
disebabkan kekurangan vitamin A, berupa adanya bercak bitot dan bila tidak
segera diobati dapat mengakibatkan kebutaan.

Menurut Muhilal, hal ini antara lain disebabkan oleh kebiasaan masyarakat
Lembah Baliem tersebut yang senang mengkonsumsi ubi jalar dan daunnya,
serta buah merah, yang masing-masing mengandung betakaroten, senyawa
provitamin A dalam jumlah yang banyak.

Satu porsi ubi rebus yang berwarna kuning emas, sekitar 200 gram saja
misalnya, mampu menyediakan betakaroten sekitar 5400 mikrogram, atau
setara dengan 900 retinol ekivalen (RE). Angka tersebut sudah jauh di atas
angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan (350-600 RE).

Kadar betakaroten ubi jalar dapat diperkirakan dari warnanya, kecuali ubi
jalar ungu, semakin kuat intensitas warna kuningnya semakin besar pula
kandungan betakarotennya. Kandungan beta karoten ubi jalar tersebut adalah
paling tinggi di antara padi-padian, umbi-umbian, dan hasil olahannya.

Harus dimasak

Perlakuan panas pada saat pemasakan (direbus atau digoreng) menyebabkan
retensi betakaroten menjadi 80-90 persen. Angka tersebut tidak dijumpai
pada bahan makanan pokok lainnya seperti beras, singkong, jagung, dan
sagu.

Ubi jalar yang digoreng akan meningkat bioavailability betakarotennya
karena minyak berperan sebagai pelarut senyawa tersebut. Di dalam tubuh,
betakaroten menjadi lebih mudah diserap dan akan mengalami metabolisme
lanjutan. Sekitar sepertiga dari beta karoten yang diserap kemudian
diangkut oleh chylomicron, dan sisanya akan diekskresikan. Selanjutnya
betakaroten akan diubah untuk beberapa fungsi.

Fungsi betakaroten tersebut, pertama, adalah sebagai prekursor vitamin A
yang secara enzimatis berubah menjadi retinol, zat aktif vitamin A dalam
tubuh. Dilaporkan konsumsi vitamin A yang selalu cukup dalam jangka waktu
beberapa tahun, di dalam hati akan tertimbun cadangan vitamin A yang dapat
memenuhi kebutuhan sampai sekitar tiga bulan tanpa konsumsi vitamin A dari
makanan.

Vitamin A sangat berperan dalam proses pertumbuhan, reproduksi,
penglihatan, serta pemeliharaan sel-sel epitel pada mata. Vitamin A juga
sangat penting dalam meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit.

Fungsi kedua, sebagai anti-oksidan yang kuat untuk menetralisir keganasan
radikal bebas, penyebab penuaan dini dan pencetus aneka penyakit
degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung. Jadi hal ini juga akan
meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit
degeneratif.

Ketiga, menghaluskan kulit dan menyehatkan mata. Hal ini sangat penting
terutama bagi wanita yang ingin berkulit halus dan memiliki kecantikan
alami.

Selain kandungan betakaroten dan vitamin A yang tinggi, ubi jalar
mengandung banyak karbohidrat (75-90 persen) yang terdiri dari pati (60-80
persen berat kering), gula (4-30 persen berat kering), selulosa,
hemiselulosa, dan pektin.

Dalam 100 gram ubi jalar terkandung energi (123 kkal), protein (2,7 gram),
lemak (0,79 gram), mineral kalsium (30 mg), fosfor (49 mg), besi (4 mg),
Vitamin B-1 (0,09 mg), vitamin B-2 (0,32 mg), vitamin C (2-20 mg), dan air
(68,5 persen).

Selain direbus atau digoreng, ubi jalar dapat diolah jadi keripik, tepung
ubi jalar, bahan campuran garam meja, CMC (carboxymetyhyl cellulose), dan
bahan MSG. Dari tepung ubi jalar dapat dibuat menjadi cookies, jam, kecap,
muffin, dan lain-lain.

Mencegah konstipasi

Hal yang mesti diperhatikan dari tepung ubi jalar antara lain kandungan
proteinnya relatif rendah dan kadang-kadang rasanya agak pahit. Untuk
meningkatkan kadar protein tersebut, dalam pembuatan kue tepung ubi jalar
dapat dicampur dengan kacang hijau, kedelai, atau gude. Sedangkan untuk
memperbaiki rasanya dapat dilakukan dengan menambahkan bahan flavor.

Umumnya kalau makan ubi jalar atau singkong orang akan sering buang angin.
Hal ini karena kandungan oligosakarida pada ubi jalar cukup banyak
sehingga akan menimbulkan flatulens. Namun hal itu tidak terlalu
bermasalah, karena oligasakarida tersebut bermanfaat untuk kesehatan,
khususnya untuk mencegah timbulnya konstipasi.

Oleh karena itu sediakanlah makanan ringan dari ubi jalar dalam menu Anda.
Bisa dalam bentuk gorengan, rebusan, atau kue dari tepungnya. Tidak perlu
setiap hari, kudapan ubi jalar itu cukup 2-3 kali seminggu.

Ubi jalar yang baik dikonsumsi adalah yang berwarna kuning hingga oranye,
karena kandungan provitamin A-nya tinggi. Dengan itu diharapkan akan
mengurangi resiko mata mereka buta akibat kekurangan vitamin A, dan
sekaligus juga akan meningkatkan daya tahan maupun kekebalan tubuh mereka
terhadap serangan penyakit.

0 komentar:

Posting Komentar